JAKARTA – PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE) resmi menambah portofolio proyek di sektor kesehatan setelah memenangkan kontrak renovasi Ruang Operasi (OK) RSU Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 121,98 miliar.
Penandatanganan kontrak kerja sama tersebut dilakukan secara resmi pada Jumat, 4 September 2026. Dalam pengerjaannya, WEGE berkolaborasi dengan PT Asri Karya Lestari Tbk melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bernama WEGE-AKL KSO.
Proyek strategis ini dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan. WEGE-AKL KSO ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan dengan skema Design and Build, yang mencakup tahap perancangan hingga konstruksi fisik.
Pihak kontraktor menargetkan seluruh proses renovasi dapat diselesaikan dalam jangka waktu 127 hari kalender. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, proyek fasilitas medis modern ini ditargetkan rampung pada 30 Desember 2026.
Direktur Operasi WEGE, Tomo Dwi Hasputro, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi dan Dinas PUPR Kalimantan Selatan merupakan amanah penting bagi perusahaan. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang andal dan berkualitas tinggi.
Manajemen WEGE menegaskan akan mengoptimalkan koordinasi di lapangan selama masa konstruksi. Selain itu, penerapan teknologi konstruksi modern dan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) akan menjadi prioritas utama guna memastikan proyek selesai tepat waktu.
Perolehan kontrak ini memperkuat posisi WEGE dalam tren pertumbuhan kinerja tahunan. Hingga Agustus 2026, perseroan telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp 775 miliar.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 568% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 116 miliar. Komposisi pemberi kerja pada kontrak baru tahun ini didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 83%, sementara sisanya sebesar 17% berasal dari sektor BUMN.
Berdasarkan tipologi proyek, segmen fasilitas publik menjadi kontributor utama dengan porsi 63%. Sisa 37% dari total kontrak bersumber dari proyek pengembangan residensial.
Rangkaian proyek yang telah diamankan WEGE hingga Agustus 2026 mencakup berbagai infrastruktur krusial di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang, Hunian ASN di Aceh, serta proyek pasca darurat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Selain itu, perseroan juga mengerjakan proyek BRT Sumatera Utara, Sekolah Garuda di Kalimantan Utara, serta pembangunan poliklinik di Temanggung. Keberhasilan ini sejalan dengan upaya perusahaan induknya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yang sebelumnya telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 6,91 triliun hingga Juni 2026.
Kinerja WEGE dalam sektor konstruksi gedung juga ditunjukkan melalui pencapaian topping off pada proyek Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara. Langkah strategis ini mencerminkan fokus perusahaan dalam menyelesaikan proyek-proyek prioritas nasional dengan standar mutu yang ketat.






