JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Optimisme pasar didorong oleh keberhasilan indeks bertahan di atas level psikologis serta momentum aliran dana asing yang masif.
Pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026), IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 1,14% ke level 6.599,94. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 6.535 hingga 6.608.
Lonjakan indeks didominasi oleh performa positif saham-saham sektor perbankan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pendorong utama kenaikan.
Sentimen positif juga diperkuat oleh aksi beli bersih atau net buy investor asing senilai Rp1,76 triliun di pasar reguler. Kepercayaan investor institusi global ini menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG di tengah ketidakpastian ekonomi.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk tumbuh dengan target resistance di level 6.650. Secara teknikal, indeks dinilai berhasil mempertahankan struktur uptrend karena berada di atas indikator moving average 20 hari (MA20) di level 6.416.
Apabila IHSG mampu menembus atau breakout dari level 6.650, momentum penguatan diprediksi berlanjut ke kisaran 6.665 hingga 6.732. Namun, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai volatilitas nilai tukar rupiah yang berada di posisi Rp17.744 per dolar AS.
Risiko eksternal lainnya juga datang dari dinamika geopolitik, yakni konflik antara AS dan Iran. Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS, The Fed, berpotensi menekan pasar keuangan global.
Kondisi global saat ini memang tengah tertekan, tercermin dari pelemahan tiga indeks utama Wall Street pada Selasa. Dow Jones Industrial Average turun 0,79%, S&P 500 melemah 0,71%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,03%.
Pelemahan di bursa Amerika Serikat dipicu oleh tekanan di pasar obligasi serta kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi di Timur Tengah. Investor domestik diharapkan tetap mencermati akumulasi pada saham berkapitalisasi besar.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham unggulan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) direkomendasikan dengan target resistance 4.375 hingga 4.570 setelah menunjukkan penguatan pada indikator MACD.
Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) mendapat rekomendasi beli dengan potensi penguatan menuju level 4.982 hingga 5.043. Saham ini dinilai menarik setelah berhasil menembus MA20 di level 4.884.
Terakhir, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) direkomendasikan beli seiring dengan pola higher low yang terbentuk. Saham ini berpotensi menguji level 940 hingga 985 jika mampu menembus resistance di angka 870.






