Peristiwa

Daftar 5 Gunung Api Berstatus Siaga dan Wilayah yang Wajib Waspada

34
×

Daftar 5 Gunung Api Berstatus Siaga dan Wilayah yang Wajib Waspada

Sebarkan artikel ini
Pemandangan Gunung Anak Krakatau yang sedang mengalami erupsi dengan semburan abu vulkanik
Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu dari lima gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus Siaga.

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan lima gunung api di Indonesia dalam status Level III atau Siaga pada Selasa, 1 September 2026. Kelima gunung tersebut meliputi Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Semeru, Merapi, dan Sinabung.

Status Siaga ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan atau sedang terjadinya erupsi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi bahaya yang terus berkembang di wilayah sekitar gunung.

Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat mengalami 17 kali erupsi dengan semburan abu mencapai 400 meter. PVMBG melarang aktivitas masyarakat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan mengalami lima kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak dan 13 kilometer di sepanjang alur Besuk Kobokan.

Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas guguran lava dan awan panas. Potensi bahaya di gunung tersebut mencapai jarak 7 kilometer ke arah barat daya.

Gunung Sinabung di Sumatera Utara turut mencatatkan kenaikan status menjadi Siaga sejak Senin (31/8). Pemerintah Kabupaten Karo telah mengevakuasi warga Desa Kuta Tengah dan Desa Payung guna menghindari dampak erupsi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, menyatakan pos pengungsian telah disiapkan di Desa Sukatepu dan Desa Batukarang. Seluruh unsur terkait, termasuk BPBD, TNI, dan Polri, dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi.

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur ditetapkan dalam status Siaga dengan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer. Sinabung juga menetapkan batas larangan serupa pada jarak 4 hingga 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain ancaman letusan, PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di gunung. Warga yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau untuk menggunakan masker pelindung.

Peningkatan status ini bertepatan dengan musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi cuaca panas dan kering tahun ini juga memicu kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kawasan pegunungan.

Beberapa wilayah seperti Sumatera Selatan bahkan telah menetapkan status siaga karhutla untuk mengantisipasi potensi kebakaran meluas. Fenomena kebakaran lahan sebelumnya juga melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Gunung Bromo.

Otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dari kelima gunung tersebut setiap hari. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti arahan resmi dari PVMBG.