Ekonomi

Jasa Marga Serap Capex Rp 4,4 Triliun Sepanjang Semester I 2026

31
×

Jasa Marga Serap Capex Rp 4,4 Triliun Sepanjang Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Papan nama PT Jasa Marga Tbk di depan kantor pusat perusahaan
PT Jasa Marga Tbk merealisasikan belanja modal sebesar Rp 4,4 triliun pada semester I 2026.

JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 4,4 triliun sepanjang semester I 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai kegiatan operasional pemeliharaan serta investasi pembangunan proyek jalan tol di berbagai wilayah.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa serapan anggaran tersebut berjalan sesuai dengan rencana strategis perusahaan. Perseroan memproyeksikan total penyerapan capex hingga akhir tahun 2026 akan mencapai kisaran Rp 12 triliun.

Realisasi angka akhir tersebut, menurut Rivan, akan sangat bergantung pada progres pengerjaan proyek di lapangan. Jasa Marga terus berkomitmen mempercepat penyelesaian sejumlah proyek jalan tol guna mendukung peningkatan konektivitas antardaerah di Indonesia.

Dalam pengembangan bisnis ke depan, Jasa Marga tetap membuka peluang untuk berpartisipasi dalam pengusahaan ruas jalan tol baru. Namun, perseroan menegaskan akan melakukan langkah tersebut secara selektif melalui proses evaluasi yang komprehensif.

Beberapa aspek utama yang menjadi pertimbangan perusahaan meliputi prospek lalu lintas, konektivitas, serta integrasi dengan jalan tol yang sudah ada. Selain itu, kelayakan investasi dan kemampuan finansial perusahaan menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan ekspansi.

Mengingat jumlah tender jalan tol baru tidak sebanyak periode sebelumnya, Jasa Marga juga mulai melirik peluang investasi pada sektor broadfield. Langkah ini dilakukan agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada penambahan ruas, tetapi juga menciptakan nilai tambah.

Setiap peluang investasi yang dievaluasi dipastikan harus mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Jasa Marga menekankan bahwa efisiensi dan nilai tambah bagi pemangku kepentingan menjadi prioritas utama dalam setiap rencana pengembangan.

Di sisi lain, Jasa Marga kini turut berperan aktif dalam pengelolaan ruas jalan tol milik BUMN lain sebagai bagian dari koordinasi di bawah naungan Danantara. Langkah ini merupakan upaya penataan serta optimalisasi portofolio BUMN untuk meningkatkan efektivitas kinerja.

Perseroan saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan pemegang saham, BUMN terkait, serta perusahaan yang masuk dalam proses streamlining. Proses penataan aset dilakukan dengan memegang teguh prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Seluruh kajian yang dilakukan dalam proses penataan tersebut bersifat komprehensif dan transparan. Jasa Marga memastikan setiap langkah yang diambil tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan value creation yang optimal bagi perseroan. Dengan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, Jasa Marga optimistis dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin industri jalan tol di tanah air.

Pengembangan infrastruktur jalan tol di Indonesia saat ini memang menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jasa Marga, sebagai operator jalan tol terbesar, memainkan peran vital dalam menyukseskan agenda konektivitas nasional tersebut.