Emas

Harga Emas Dunia Terkoreksi, Emas Antam Tertahan Penguatan Rupiah

43
×

Harga Emas Dunia Terkoreksi, Emas Antam Tertahan Penguatan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Batangan emas Antam dengan logo PT Aneka Tambang yang tertata rapi sebagai komoditas investasi
Harga emas batangan produksi Antam berada di level Rp2.613.000 per gram pada Sabtu, 26 September 2026.

JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam terpantau berada di level Rp2.613.000 per gram pada Sabtu (26/9/2026). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp23.000 dibandingkan harga pada perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp2.590.000 per gram.

Di pasar global, harga emas masih mengalami fase konsolidasi setelah mencatatkan reli panjang. Sepanjang pekan ini, emas spot melemah 2,14% dan ditutup pada level US$4.284,81 per ons troi pada perdagangan Jumat (25/9/2026).

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 tercatat menguat tipis 0,54% menjadi US$4.321,2 per ons troi. Namun, secara mingguan, kontrak tersebut masih mencatatkan penurunan sebesar 2,34%.

Tekanan terhadap komoditas logam mulia ini dipicu oleh penguatan indeks dolar AS yang bertahan di atas level 100. Selain itu, kebijakan hawkish The Federal Reserve (The Fed) turut memberikan sentimen negatif bagi pasar emas.

Suku bunga acuan The Fed saat ini berada di kisaran 3,75% hingga 4% pasca-pertemuan FOMC September. Kondisi ini meningkatkan biaya peluang bagi investor dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun juga terpantau menguat ke level 5,16%. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 11,5% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Analis komoditas menilai bahwa koreksi harga emas dunia merupakan hal yang wajar setelah kenaikan harga yang cukup signifikan sebelumnya. Investor global saat ini cenderung melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakpastian kebijakan moneter AS.

Meski demikian, harga emas domestik dinilai memiliki bantalan kuat dari pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor ketegangan geopolitik energi global dan tingginya biaya impor menjadi pendorong utama yang menahan kejatuhan harga emas di dalam negeri.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS secara alami menjaga harga emas Antam tidak terkoreksi terlalu dalam. Kondisi ini membuat harga emas Antam tetap bertahan di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta per gram.

Investor disarankan untuk menggunakan strategi pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging (DCA) saat harga mulai mendekati area menarik. Langkah ini dianggap lebih bijak dibandingkan memborong emas dalam jumlah besar sekaligus.

Ruang koreksi harga emas diprediksi masih terbuka lebar jika The Fed kembali menaikkan suku bunga pada sisa tahun 2026. Hal tersebut sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat yang akan datang.

Hingga akhir tahun 2026, harga emas spot diproyeksikan memiliki area support di kisaran US$3.800 hingga US$4.000 per ons troi. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di rentang US$4.700 hingga US$5.000 per ons troi.

Untuk emas Antam, area support diproyeksikan berada di kisaran Rp2,3 juta hingga Rp2,42 juta per gram. Sedangkan level resistance diperkirakan mencapai Rp2,6 juta hingga Rp2,9 juta per gram hingga akhir tahun.