Jakarta – Bank Mandiri terus memperkuat posisi aplikasi Livin’ Merchant sebagai solusi digital terintegrasi untuk mendukung efisiensi operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk menyederhanakan berbagai aktivitas bisnis, mulai dari penerimaan pembayaran hingga pengelolaan stok barang.
Hingga saat ini, Livin’ Merchant telah menjadi instrumen penting bagi pelaku usaha dalam mengelola transaksi harian secara praktis. Aplikasi ini memungkinkan pemilik bisnis menerima pembayaran melalui QRIS statis maupun dinamis dengan notifikasi audio secara real-time.
Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Adhita Jona Warsito, menyatakan bahwa digitalisasi merupakan kunci bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi. Inovasi ini terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan bisnis yang dinamis.
“Melalui Livin’ Merchant, kami menghadirkan solusi yang praktis dan mudah digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Fokus kami adalah membantu pelaku usaha mengelola penjualan dengan lebih efisien,” ujar Jona, Jumat (25/9/2026).
Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah fleksibilitas pencairan dana hasil transaksi QRIS. Pelaku usaha dapat memilih skema pencairan dana hingga lima kali dalam sehari sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur manajemen katalog dan stok barang. Tersedia pula fitur multi-outlet dan multi-rekening yang memudahkan pemilik bisnis dalam memantau aktivitas di berbagai lokasi usaha melalui satu platform.
Untuk mendukung rantai pasok, fitur Belanja memungkinkan pedagang membeli kebutuhan usaha langsung dari distributor yang terhubung dalam ekosistem Bank Mandiri. Hal ini bertujuan untuk menciptakan alur bisnis yang lebih terintegrasi bagi para merchant.
Pemanfaatan teknologi ini terbukti mampu menjangkau pelaku usaha di luar kota besar. Data per Juni 2026 menunjukkan bahwa 63 persen pengguna Livin’ Merchant berada di wilayah non-urban.
Strategi ini sejalan dengan kinerja keuangan Bank Mandiri yang mencatatkan pertumbuhan solid hingga Agustus 2026. Penyaluran kredit bank secara bank only telah menembus angka Rp1.592 triliun, tumbuh sebesar 17,6 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan kredit yang sehat ini dibarengi dengan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis. Bank Mandiri berkomitmen menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di level 1 persen.
Dalam mendukung pengembangan UMKM, Bank Mandiri juga menginisiasi program Hyperlocal UMKM. Program ini memberikan eksposur lebih luas bagi pelaku usaha melalui promosi berbasis komunitas dan wilayah.
Inisiatif digital ini merupakan bagian dari semangat HUT ke-28 Bank Mandiri dengan tema “Tumbuh Bersama Majukan Indonesia”. Fokus utamanya adalah membuka ruang bagi pelaku usaha lokal agar dapat berkembang lebih pesat melalui teknologi.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital perbankan nasional. Dengan kemudahan akses layanan keuangan, pelaku usaha diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.





