Investasi

Transaksi Tokenized US Stocks di Bittime Melonjak 2,5 Kali Lipat

96
×

Transaksi Tokenized US Stocks di Bittime Melonjak 2,5 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Grafik pertumbuhan transaksi aset digital dan Tokenized US Stocks di platform Bittime
Tren investasi Tokenized US Stocks di platform Bittime mencatatkan lonjakan transaksi hingga 2,5 kali lipat.

JAKARTA – Tren investasi aset digital global kini bergeser menuju Tokenized US Stocks atau saham Amerika Serikat yang ditokenisasi. Inovasi ini semakin diminati seiring dengan langkah regulator di berbagai negara yang mulai menyiapkan kerangka hukum untuk aset tersebut.

Di Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) telah memberikan jalur regulasi sementara dan bersyarat bagi sejumlah platform. Kebijakan ini memungkinkan fasilitas perdagangan saham National Market System (NMS) dilakukan melalui mekanisme tokenisasi.

Regulasi tersebut mewajibkan aset yang ditokenisasi memberikan hak dan keistimewaan yang setara dengan saham tradisional. Selain itu, terdapat kewajiban transparansi bagi pihak ketiga untuk memberikan pemberitahuan kepada penerbit saham guna menghindari potensi konflik kepentingan.

Langkah serupa juga sedang ditempuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Saat ini, OJK tengah menyusun Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai penawaran aset ditokenisasi atau Real World Asset (RWA).

Aturan tersebut akan mencakup kriteria aset, prosedur perizinan, hingga perlindungan konsumen. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan sejumlah peserta Sandbox OJK yang telah mengembangkan model bisnis berbasis tokenisasi aset nyata.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menyatakan bahwa perkembangan ini menandai era baru aksesibilitas aset global bagi investor. Menurutnya, kerangka regulasi yang jelas sangat krusial untuk memastikan tata kelola dan transparansi pasar.

Data CoinGecko Research mencatat bahwa kapitalisasi pasar tokenized stocks global mencapai US$ 486,69 juta pada akhir Maret 2026. Sementara itu, volume perdagangan spot aset tersebut menembus angka US$ 15,12 miliar pada kuartal pertama 2026.

Tren positif ini turut berdampak pada aktivitas perdagangan di dalam negeri. Bittime mencatat lonjakan transaksi Tokenized US Stocks sebesar 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Saat ini, platform tersebut menyediakan 34 jenis saham AS yang ditokenisasi. Beberapa di antaranya mencakup aset digital yang merepresentasikan perusahaan global seperti MSTRX, CRCLX, TSLAX, NVDAX, hingga SPYX.

Meskipun menawarkan kemudahan akses, investor tetap diingatkan akan adanya risiko inheren. Risiko tersebut meliputi perubahan nilai aset acuan, masalah likuiditas, hingga kendala pada struktur kustodian dan teknologi.

Pengguna diimbau untuk mempelajari mekanisme serta karakteristik produk sebelum melakukan transaksi. Pemahaman mendalam mengenai struktur penerbitan sangat penting mengingat sifat aset digital yang dinamis dan berisiko tinggi.

Integrasi teknologi blockchain dalam pasar modal diharapkan dapat memperluas inklusi keuangan di masa depan. Fokus utama pelaku pasar saat ini adalah menanti finalisasi aturan OJK yang akan menjadi landasan hukum bagi pertumbuhan ekosistem RWA di Indonesia.