Energi

Harga Minyak Dunia Turun Hari Ini Akibat Pulihnya Pasokan Arab Saudi

43
×

Harga Minyak Dunia Turun Hari Ini Akibat Pulihnya Pasokan Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Kilang minyak dan pipa distribusi di Arab Saudi saat beroperasi
Harga minyak dunia turun di bawah US$ 100 per barel akibat pulihnya pasokan dari Arab Saudi.

PERTH – Harga minyak dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (23/9/2026) pagi. Pelemahan ini dipicu oleh mulai pulihnya pasokan minyak mentah Arab Saudi melalui jalur pipa strategis menuju Laut Merah serta adanya harapan baru terkait solusi diplomatik atas konflik Amerika Serikat dan Iran.

Hingga pukul 08.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 tercatat turun 7 sen atau 0,07% menjadi US$ 99,18 per barel. Penurunan ini membuat harga Brent berada di bawah level psikologis US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak 8 September.

Tren serupa juga dialami oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Kontrak pengiriman November 2026 terpantau melemah 35 sen atau 0,39% ke posisi US$ 90,17 per barel. Dalam pergerakannya, harga WTI sempat menyentuh level terendah dengan koreksi hingga 1% ke angka US$ 89,6 per barel.

Optimisme pasar muncul setelah delegasi Amerika Serikat dan Iran dikabarkan melakukan pembicaraan produktif di New York. Presiden AS Donald Trump menyatakan terdapat momentum positif bagi kedua pihak untuk mencapai kesepakatan damai, meski retorika keras terkait ancaman militer masih terus dilontarkan.

Kepala analis KCM Trade, Tim Waterer, menilai pasar kini merespons lebih konstruktif terhadap gambaran suplai global. Harapan akan adanya perundingan diplomatik telah meredam kekhawatiran pelaku pasar akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Di sisi lain, pemulihan pasokan fisik turut menekan harga. Arab Saudi dilaporkan telah mengoperasikan kembali Jalur Pipa East-West ke Laut Merah setelah sempat ditutup sejak 11 September akibat serangan drone. Pipa ini sangat vital bagi ekspor Riyadh untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari agar tidak bergantung sepenuhnya pada Selat Hormuz.

Peningkatan pasokan juga datang dari Irak yang terus menggenjot ekspor minyak mentahnya. Menteri Perminyakan Irak, Basim Mohammed, menyatakan bahwa negaranya saat ini mampu mengekspor lebih dari 3 juta barel per hari. Irak bahkan menargetkan peningkatan ekspor melalui jalur Turki hingga mencapai 600.000 barel per hari.

Tekanan terhadap harga minyak semakin kuat seiring dengan data industri yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Inventaris minyak AS dilaporkan naik 1,8 juta barel dalam sepekan hingga 18 September.

Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang sebelumnya memprediksi adanya penurunan stok. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data resmi mingguan dari Administrasi Informasi Energi (EIA) AS untuk mendapatkan gambaran lebih akurat mengenai kondisi cadangan minyak global.