Emas

Harga Emas Spot Melonjak 1,2% Usai Keputusan Suku Bunga The Fed

29
×

Harga Emas Spot Melonjak 1,2% Usai Keputusan Suku Bunga The Fed

Sebarkan artikel ini
Tampilan grafik kenaikan harga emas dunia di layar monitor setelah keputusan suku bunga The Fed
Harga emas dunia melonjak 1,2% merespons keputusan suku bunga Federal Reserve pada Kamis (17/9/2026).

JAKARTA – Harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan sebesar 1,2% menjadi US$ 4.314,64 per ons troi pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Kenaikan ini terjadi setelah pelaku pasar mulai menyesuaikan diri dengan keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga sekaligus memberikan sinyal pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Penguatan harga emas tersebut terjadi tak lama setelah logam mulia sempat menyentuh level terendah dalam hampir enam pekan. Selain respons pasar terhadap kebijakan The Fed, reli harga minyak dunia yang mulai mereda turut memberikan ruang bagi emas untuk kembali naik.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember mencatatkan pergerakan berbeda dengan turun 0,8% ke posisi US$ 4.353,90 per ons troi. Perbedaan arah antara pasar spot dan berjangka menunjukkan tingginya volatilitas yang terjadi di pasar komoditas saat ini.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menyatakan bahwa fluktuasi harga minyak mentah kini menjadi variabel krusial bagi investor emas. Penurunan harga minyak, yang dipicu oleh laporan tambahan pasokan dari Arab Saudi, berpotensi mendukung penguatan emas dalam jangka menengah.

Meski demikian, Wong menilai bahwa pergerakan emas masih cenderung berada dalam rentang yang terbatas. Kenaikan saat ini dinilai lebih didorong oleh faktor teknikal karena sentimen hawkish dari bank sentral AS telah diantisipasi sebelumnya oleh pelaku pasar.

Kebijakan The Fed tetap menjadi beban utama bagi aset logam mulia. Proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan bahwa 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya terdapat satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Suku bunga tinggi secara historis menjadi tantangan bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti obligasi. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas kerap menghadapi tekanan jual ketika biaya peluang memegang aset tersebut meningkat.

Selain kebijakan AS, investor juga tengah mencermati dinamika bank sentral global lainnya. Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun pasar tetap waspada terhadap dampak kenaikan harga energi terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Faktor geopolitik turut mewarnai sentimen pasar di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah. Meskipun ada harapan dari pemerintah AS mengenai penyelesaian konflik, serangan drone dan rudal yang masih terjadi di kawasan Arab Saudi menjaga level ketidakpastian tetap tinggi.

Di sisi lain, penguatan harga emas hari ini diikuti oleh logam mulia lainnya di pasar global. Perak spot tercatat naik 1,5% menjadi US$ 63,91 per ons troi.

Platinum juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,9% menjadi US$ 1.784,42 per ons troi. Sementara itu, paladium memimpin penguatan logam mulia lainnya dengan lonjakan 2,4% menjadi US$ 1.299,59 per ons troi.