Perbankan

Direktur Utama BTN Bocorkan Rencana Pembagian Dividen Tahun 2026

99
×

Direktur Utama BTN Bocorkan Rencana Pembagian Dividen Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu saat memberikan keterangan dalam acara Public Expose Live 2026.
Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu mengonfirmasi target pembagian dividen sebesar 20 hingga 25 persen untuk tahun 2026.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menetapkan target pembagian dividen untuk tahun buku 2026 sebesar 20 hingga 25 persen dari total laba bersih perusahaan. Kebijakan ini selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disusun perseroan untuk tahun berjalan.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu, mengonfirmasi target tersebut dalam acara Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026). Ia menegaskan bahwa perseroan tetap menjaga konsistensi terhadap angka yang telah dituangkan dalam perencanaan strategis perusahaan.

Meskipun target telah ditetapkan, Nixon menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai besaran dividen akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini dikarenakan kewenangan penetapan pembagian laba sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham.

Hingga saat ini, manajemen BTN belum memiliki rencana untuk membagikan dividen interim kepada pemegang saham. Nixon mencatat bahwa selama lima tahun terakhir, perseroan secara konsisten hanya membagikan dividen final setelah tutup buku tahunan.

Kinerja keuangan BTN pada semester I-2026 menunjukkan tren positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun. Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 40,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kenaikan laba didorong oleh ekspansi penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi yang mencapai Rp418,11 triliun. Angka ini meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp376,11 triliun.

Sektor kredit perumahan tetap menjadi kontributor utama dengan kenaikan 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun. Di dalam segmen ini, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mencatat pertumbuhan sebesar 8,1 persen menjadi Rp196,96 triliun.

Selain sektor perumahan, BTN mencatat lonjakan tajam pada kredit non-perumahan sebesar 46,1 persen, dari Rp58,34 triliun menjadi Rp85,22 triliun. Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan akhir Oktober 2025 juga berkontribusi sebesar Rp4,1 triliun per Juni 2026.

Ke depan, perseroan berencana terus mendongkrak porsi kredit non-perumahan hingga mencapai 30 persen pada 2030. Saat ini, porsi kredit tersebut berada di level 20,4 persen, naik dari 18 persen pada akhir 2025.

Nixon menegaskan bahwa diversifikasi bisnis ini tidak akan menggeser fokus utama BTN sebagai bank perumahan. Strategi ini merupakan bagian dari inisiatif Beyond Mortgage untuk melayani kebutuhan finansial nasabah yang lebih luas.

Langkah ini diambil untuk memperkuat model bisnis perusahaan dengan menyasar ekosistem yang memiliki keterkaitan erat dengan basis nasabah eksisting. Dengan demikian, BTN dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan tanpa meninggalkan kompetensi inti di sektor properti.Direktur Utama BTN Bocorkan Rencana Pembagian Dividen Tahun 2026