Perbankan

DPK BRI Tembus Rp1.580 Triliun Berkat Kepercayaan Nasabah

70
×

DPK BRI Tembus Rp1.580 Triliun Berkat Kepercayaan Nasabah

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta
BRI mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir triwulan II 2026.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid dengan total mencapai Rp1.580,7 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan posisi Rp1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur pendanaan bank pelat merah ini semakin kokoh dengan peningkatan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Rasio CASA BRI tercatat naik menjadi 67,6 persen dari sebelumnya 65,5 persen.

Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyatakan bahwa penguatan dana murah merupakan fokus utama dalam transformasi funding franchise perseroan. Strategi ini dijalankan dengan mengintegrasikan aktivitas transaksi nasabah ke dalam ekosistem digital BRI.

Dominasi dana murah ini didorong oleh akselerasi layanan digital, terutama aplikasi BRImo. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna aktif BRImo telah menembus 22,3 juta pengguna.

Volume transaksi finansial melalui platform digital tersebut tercatat mencapai Rp4.166 triliun dengan total frekuensi transaksi sebanyak 3,3 miliar kali. Aktivitas digital yang intensif ini terbukti mampu mengonversi transaksi menjadi simpanan nasabah.

Peran Agen BRILink juga menjadi katalisator penting dalam menghimpun dana murah. Berdasarkan data perseroan, CASA yang dihimpun melalui jaringan Agen BRILink tumbuh 28,6 persen menjadi Rp30,7 triliun.

Selain peningkatan dana, segmen layanan agen ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis komisi atau fee income. Tercatat, fee income dari Agen BRILink tumbuh sebesar 16,3 persen menjadi Rp915,7 miliar.

BRI juga melakukan ekspansi layanan ke luar negeri untuk menjangkau segmen pekerja migran. Salah satu langkah strategis tersebut adalah peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026.

Layanan digital di Taiwan ini memberikan akses perbankan 24 jam bagi nasabah, termasuk pengiriman uang ke Indonesia dan pembayaran QRIS. Sejak diperkenalkan secara terbatas pada Maret 2026, BRImo Taiwan telah menjaring lebih dari 1.460 pengguna aktif.

Ke depan, manajemen BRI menargetkan integrasi lebih dalam antara aplikasi BRImo, merchant QRIS, serta layanan payroll. Tujuannya adalah menjadikan BRI sebagai bank transaksi utama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Digitalisasi bagi BRI kini tidak lagi sekadar mengejar jumlah pengguna atau volume transaksi. Perseroan berupaya mengubah setiap transaksi menjadi hubungan jangka panjang yang mampu menghasilkan dana murah secara berkelanjutan.

Pertumbuhan CASA yang organik ini diharapkan menjadi fondasi yang lebih stabil bagi struktur pendanaan BRI di masa mendatang. Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, BRI optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan dana murah di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.