JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memperketat prosedur mitigasi dan kesiapsiagaan operasional menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Perusahaan memastikan seluruh fasilitas produksi, infrastruktur, serta distribusi di Cilegon, Banten, saat ini tetap beroperasi normal dengan mengedepankan standar keselamatan tinggi.
Langkah ini diambil sebagai respons atas pemantauan intensif terhadap status gunung berapi yang terletak di Selat Sunda tersebut. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau sempat mengalami 20 kali erupsi pada 17 Agustus 2026.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menyatakan bahwa keselamatan karyawan dan masyarakat sekitar menjadi prioritas utama perusahaan. Pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait guna memantau perkembangan situasi terkini.
Perusahaan secara rutin memantau laporan harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fokus utama pemantauan meliputi potensi sebaran abu vulkanik dan kondisi ketinggian air laut di area dermaga (jetty) milik perusahaan.
Sebagai langkah preventif, manajemen telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan tanggap darurat. Perusahaan juga rutin menggelar simulasi prosedur penghentian operasional fasilitas secara cepat untuk menghadapi berbagai skenario darurat.
Di tingkat operasional lapangan, TPIA meningkatkan patroli untuk memantau intensitas debu vulkanik di sekitar pabrik. Karyawan diimbau untuk selalu menggunakan masker pelindung sesuai dengan kondisi paparan abu di area kerja masing-masing.
Tim teknis juga melakukan pembersihan filter udara secara terjadwal untuk menjaga performa mesin produksi. Selain itu, ketersediaan suku cadang kritis telah dipastikan aman guna mendukung keberlangsungan fasilitas jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi di tengah kondisi ekonomi nasional yang cukup menantang. Pada Senin (7/9/2026), nilai tukar Rupiah tercatat melemah 0,09% ke level Rp17.658 per dolar AS, sementara harga emas Antam mengalami penurunan ke angka Rp2.637.000 per gram.
Pemerintah sebelumnya telah memberi catatan mengenai potensi kontraksi ekonomi di daerah terdampak bencana. Gangguan logistik akibat erupsi gunung berapi memang menjadi perhatian serius bagi sektor industri, mengingat penutupan bandara dan gangguan transportasi sering kali memicu penumpukan kargo serta keterlambatan pengiriman barang.
Chandra Asri Group menegaskan akan terus menyesuaikan strategi mitigasi sesuai dengan arahan otoritas berwenang. Komunikasi aktif dengan pemangku kepentingan di Banten maupun tingkat nasional akan terus dipertahankan demi menjaga stabilitas operasional perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada kendala signifikan yang menghambat rantai pasok maupun proses produksi di kompleks petrokimia Cilegon. Perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan operasional sambil terus memantau dinamika aktivitas vulkanik yang berlangsung.






