Emas

Harga Emas Menguat, Simak Strategi Akumulasi Bertahap Saat Ini

45
×

Harga Emas Menguat, Simak Strategi Akumulasi Bertahap Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Tampilan grafik pergerakan harga emas global di layar monitor perdagangan
Harga emas global menunjukkan penguatan harian meski sempat terkoreksi dalam sebulan terakhir.

JAKARTA – Harga emas global saat ini mengalami fase koreksi teknikal yang dinilai sebagai penyesuaian pasar yang sehat di tengah tekanan sentimen makroekonomi. Meskipun sempat terkoreksi dalam sebulan terakhir, para analis memandang momentum ini sebagai peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

Data Trading Economics per Selasa (29/9/2026) menunjukkan harga emas spot berada di level US$ 4.143,24 per ons troi. Angka ini mencatatkan penguatan harian sebesar 0,69%, meski secara kumulatif dalam sebulan terakhir harga telah terkoreksi sekitar 6,74%.

Penurunan harga dari level puncak US$ 4.860 ke kisaran US$ 4.100 dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar. Selain itu, terdapat tekanan eksternal dari dinamika geopolitik global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Analis komoditas Wahyu Laksono menyatakan bahwa harga emas saat ini terhimpit oleh empat faktor penekan utama. Faktor tersebut meliputi lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi di Timur Tengah dan ancaman inflasi susulan.

Selain itu, penguatan Indeks Dolar AS (DXY) serta kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury turut mendistorsi daya tarik emas. Kondisi ini meningkatkan probabilitas The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Oktober mendatang hingga mencapai 70%.

Kenaikan yield obligasi dan penguatan dolar secara simultan telah memicu gelombang likuidasi posisi beli oleh investor institusional. Para investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen berbasis kas dolar AS di tengah ketidakpastian pasar.

Meski demikian, tekanan jual tersebut dinilai mulai mereda secara teknikal. Indikator RSI dan Stochastic menunjukkan bahwa harga telah mendekati area penyangga kuat di kisaran US$ 3.950 hingga US$ 4.000 per ons troi.

Para pemodal diimbau untuk tidak mengambil keputusan panik seperti melakukan likuidasi besar-besaran. Strategi akumulasi bertahap atau dollar cost averaging dinilai lebih proporsional dalam kondisi pasar saat ini.

Permintaan struktural terhadap emas masih tetap solid di tengah gejolak pasar. Aksi borong yang dilakukan oleh bank sentral negara berkembang serta tingginya permintaan fisik dari sektor ritel China menjadi fondasi harga yang kokoh.

Fungsi fundamental emas sebagai jangkar kekayaan dan lindung nilai jangka panjang diyakini tidak akan luntur. Koreksi saat ini dipandang sebagai fase transisi sebelum pasar memperhitungkan kebijakan pengetatan moneter secara penuh.

Memasuki kuartal IV 2026, harga emas diprediksi akan mengalami pemulihan bertahap. Proyeksi skenario dasar menempatkan harga di level US$ 4.320 per ons troi hingga akhir tahun.

Dalam skenario optimistis, harga berpotensi menguji kembali kisaran US$ 4.500 hingga US$ 4.900 per ons troi. Namun, batas risiko bawah tetap perlu diperhatikan pada rentang US$ 3.500 jika pengetatan moneter berlanjut secara agresif.