Investasi

Indosat Suntik US$ 200 Juta ke Zankore, Indo Premier Naikkan Target Harga

34
×

Indosat Suntik US$ 200 Juta ke Zankore, Indo Premier Naikkan Target Harga

Sebarkan artikel ini
Logo PT Indosat Tbk di gedung perkantoran pusat Jakarta
Indosat menginvestasikan US$ 200 juta ke Zankore untuk memperkuat infrastruktur pusat data AI.

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) memperkuat fundamental bisnisnya melalui ekspansi strategis ke sektor infrastruktur digital dan komputasi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dinilai sebagai katalis positif yang mampu mendongkrak kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.

Fokus utama ekspansi ini terletak pada proyek pusat data AI Zankore. Indosat telah menyuntikkan modal sebesar US$ 200 juta untuk mengakuisisi 37% saham di perusahaan tersebut menggunakan kas internal.

Investasi ini mengimplikasikan valuasi ekuitas Zankore pasca-investasi sebesar US$ 540 juta. Proyek ini diproyeksikan mulai beroperasi pada semester II-2027 dengan kapasitas awal 100 megawatt (MW).

Zankore sendiri telah mengamankan pendanaan senior term loan senilai US$ 3,1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur unit pemrosesan grafis (GPU) dan layanan cloud berbasis teknologi NVIDIA.

Setiap kapasitas 100 MW dari proyek Zankore diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan tahunan mencapai US$ 1,3 miliar. Dengan margin EBITDA sebesar 70%, proyek ini berpotensi memberikan kontribusi laba bersih bagi Indosat sekitar US$ 58 juta per tahun.

Perusahaan saat ini juga tengah membidik pendanaan tambahan untuk kapasitas 100 MW berikutnya. Target perolehan modal tersebut diharapkan terealisasi pada akhir tahun fiskal 2026.

Selain AI, Indosat mengandalkan pengembangan anak usahanya, yakni Infra Fiber Teknologi (IFT). Perusahaan ini mengelola sekitar 86.000 kilometer jaringan fiber yang mencakup kabel bawah laut, backbone, dan fiber-to-the-tower (FTTT).

IFT mencatatkan pendapatan sekitar Rp 2,4 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 1,85 triliun. Ke depannya, IFT berencana membangun jaringan kabel bawah laut Jakarta–Manado sepanjang 4.000 kilometer yang ditargetkan selesai pada 2029.

Proyek kabel bawah laut ini membutuhkan belanja modal sekitar US$ 190 juta. IFT juga akan memperluas cakupan bisnisnya ke ekosistem AI melalui operasional pabrik GPU racks mulai awal 2027.

Kontribusi IFT diproyeksikan menambah laba bersih inti Indosat sebesar Rp 279 miliar hingga Rp 281 miliar per tahun selama periode 2026–2028. Sinergi antara Zankore dan IFT mendorong optimisme analis terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Indo Premier Sekuritas telah menaikkan estimasi laba bersih inti Indosat untuk tahun 2027–2028 sebesar 4% hingga 17%. Broker tersebut kini menggunakan pendekatan sum-of-the-parts (SOP) dalam menentukan valuasi saham perusahaan.

Berdasarkan analisis tersebut, target harga saham ISAT ditetapkan di level Rp 4.650 per lembar. Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), saham ISAT berada di harga Rp 2.380 per lembar.

Potensi kenaikan valuasi masih terbuka lebar apabila Zankore berhasil mendapatkan pendanaan untuk ekspansi kapasitas tambahan. Selain itu, peningkatan utilisasi jaringan fiber IFT juga menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan nilai perusahaan ke depan.