Bursa Saham

Selamat Sempurna SMSM Kantongi Dividen Rp15,5 Miliar dari Bradke Synergies

27
×

Selamat Sempurna SMSM Kantongi Dividen Rp15,5 Miliar dari Bradke Synergies

Sebarkan artikel ini
Logo PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dengan latar belakang kantor perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk menerima dividen sebesar Rp15,5 miliar dari anak usahanya, Bradke Synergies Sdn. Bhd.

JAKARTA – PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatatkan penerimaan dividen tunai sebesar MYR 3,5 juta dari entitas anak usahanya yang berbasis di Malaysia, Bradke Synergies Sdn. Bhd. Dana tersebut diterima oleh perusahaan pada Rabu (30/9/2026).

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia per 30 September 2026 yang berada di level Rp 4.436 per ringgit, nilai dividen tersebut setara dengan Rp 15,53 miliar. Penerimaan ini menjadi tambahan arus kas bagi operasional perusahaan.

Bradke Synergies Sdn. Bhd. merupakan perusahaan holding investasi swasta yang berperan strategis dalam mendukung rantai pasok serta distribusi produk komponen suku cadang di pasar Malaysia. Posisi entitas ini dinilai krusial dalam memperkuat portofolio bisnis luar negeri SMSM.

Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk, Ang Andri Pribadi, mengonfirmasi penerimaan dana tersebut melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihak manajemen menegaskan bahwa masuknya dividen ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional perusahaan.

Selain itu, manajemen memastikan bahwa aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha tetap berjalan stabil pasca-penerimaan dividen tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan performa entitas anak di tingkat regional.

Di sisi lain, pergerakan saham SMSM di pasar modal menunjukkan fluktuasi pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 09.48 WIB, Kamis (1/10/2026), harga saham emiten tersebut tercatat turun 1,19% ke level Rp 1.665 per lembar saham.

Kinerja keuangan perusahaan sering kali menjadi sorotan investor di tengah dinamika pasar yang kompetitif. Meski terdapat koreksi harga saham, kontribusi dividen dari anak usaha di luar negeri tetap menjadi indikator kesehatan bisnis bagi pemegang saham.

Sebagai perbandingan, berbagai sektor bisnis di Indonesia saat ini tengah menunjukkan beragam capaian kinerja sepanjang tahun 2026. Misalnya, Koperasi Merah Putih di Banjarsari, Solo, baru saja melaporkan keberhasilan peningkatan omzet dari Rp 3,2 juta menjadi Rp 300 juta dalam kurun waktu enam bulan.

Pada sektor transportasi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mencatatkan pertumbuhan pengguna layanan digital Ferizy hingga 4 juta pengguna per Juli 2026, meningkat 15% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan efisiensi melalui digitalisasi menjadi tren yang diikuti oleh berbagai lini industri.

Sementara itu, di sektor teknologi konsumen, pasar Indonesia baru saja kedatangan produk TWS Huawei FreeClip 2S yang dibanderol seharga Rp 3,5 juta. Produk ini dikembangkan berdasarkan riset data dari 10 ribu bentuk telinga manusia untuk kenyamanan pengguna.

Di tengah dinamika ekonomi yang beragam, stabilitas arus kas dari dividen anak usaha seperti yang dilakukan SMSM tetap menjadi strategi krusial bagi emiten untuk menjaga ketahanan finansial di masa mendatang. Perusahaan diproyeksikan akan terus mengoptimalkan kinerja anak usahanya guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.