Bursa Saham

Garuda Indonesia Gelar Rights Issue 124,35 Miliar Saham untuk Restrukturisasi

29
×

Garuda Indonesia Gelar Rights Issue 124,35 Miliar Saham untuk Restrukturisasi

Sebarkan artikel ini
Pesawat Garuda Indonesia di landasan pacu bandara
Garuda Indonesia berencana menerbitkan 124,35 miliar saham baru melalui mekanisme rights issue untuk restrukturisasi perusahaan.

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) secara resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 124,35 miliar saham. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam restrukturisasi penyehatan perusahaan.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 lembar saham Seri E dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan untuk aksi korporasi ini nantinya akan ditetapkan dan diumumkan melalui prospektus resmi.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari rancangan restrukturisasi yang melibatkan inbreng atau penyetoran modal berupa lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Tahapan ini dinilai krusial dalam rangkaian pemulihan kondisi keuangan maskapai pelat merah tersebut.

Setelah proses inbreng lahan rampung, saham GMFI yang dikuasai oleh API akan dialihkan kepada InJourney. Selanjutnya, saham tersebut akan berpindah ke PT Danantara Asset Management (DAM) melalui mekanisme pembagian dividen dalam bentuk selain uang atau dividend in specie.

Pihak manajemen optimistis bahwa rights issue ini akan memberikan dampak positif terhadap fundamental keuangan perusahaan. Perbaikan diharapkan mencakup laporan laba rugi, pengelolaan aset yang lebih optimal, hingga penguatan ekuitas perusahaan.

Berdasarkan analisis dampak inbreng saham GMFI terhadap kinerja keuangan, ekuitas konsolidasi Garuda Indonesia tercatat membaik menjadi negatif US$ 52,15 juta per 30 Juni 2026. Sementara itu, ekuitas tersendiri (standalone) perusahaan tercatat mencapai US$ 646,15 juta pada periode yang sama.

Dana yang diperoleh dari rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk dua tujuan utama. Pertama, untuk mendukung perolehan saham GMFI melalui penyertaan modal non-tunai oleh DAM guna menunjang kegiatan operasional.

Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung rencana transformasi perusahaan. Pada tahun 2026, fokus utama Garuda Indonesia adalah melakukan stabilisasi dan pemulihan ketahanan operasional.

Memasuki tahun 2027 dan seterusnya, Garuda Indonesia Group berencana melakukan perbaikan struktural secara bertahap. Fokus perbaikan tersebut mencakup aspek sumber daya manusia, efisiensi proses bisnis, serta peningkatan kapabilitas digital.

Dalam aksi korporasi ini, DAM menyatakan kesiapan untuk melaksanakan haknya dengan melakukan rencana inbreng. Sementara itu, pemegang HMETD lainnya memiliki opsi untuk melaksanakan haknya melalui penyetoran tunai sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai tahapan administratif, Garuda Indonesia menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026. Hasil keputusan rapat tersebut nantinya akan diumumkan kepada publik pada 10 November 2026.

Perusahaan menegaskan bahwa jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB hingga pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan melebihi 12 bulan. Langkah ini menjadi bagian dari dinamika sektor transportasi udara nasional di tengah upaya pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.