Telekomunikasi

Profil Nanang Hendarno, Dirut Baru Telkom dengan Harta Rp43 Miliar

46
×

Profil Nanang Hendarno, Dirut Baru Telkom dengan Harta Rp43 Miliar

Sebarkan artikel ini
Nanang Hendarno, Direktur Utama baru PT Telkom Indonesia Tbk yang resmi ditunjuk melalui RUPSLB.
Nanang Hendarno resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk yang baru.

JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama yang baru. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu (30/9/2026).

Nanang Hendarno menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dian Siswarini. Sebelum terpilih menjadi orang nomor satu di perusahaan pelat merah tersebut, Nanang menjabat sebagai Direktur Network Telkom Indonesia.

Latar belakang pendidikan Nanang tergolong mumpuni di bidang teknologi. Ia meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1991.

Selanjutnya, ia menamatkan pendidikan Master di bidang Space System Engineering dari Delft University of Technology pada 1997. Pengalaman profesionalnya di sektor telekomunikasi pun cukup panjang.

Nanang pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia pada periode 2022–2025. Ia juga sempat menduduki posisi Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International pada 2016–2022.

Pada tahun 2015 hingga 2016, Nanang juga pernah dipercaya sebagai Executive General Manager (EGM) Divisi Service Operation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Rekam jejak tersebut menjadi modal utama dalam memimpin perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2025, Nanang tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp43 miliar. Komposisi harta tersebut meliputi aset tanah dan bangunan senilai Rp2,4 miliar.

Selain itu, ia memiliki alat transportasi senilai Rp919 juta serta surat berharga sebesar Rp112 juta. Aset berupa kas dan setara kas tercatat mencapai Rp9,7 miliar.

Nanang juga memiliki harta lainnya dengan nilai mencapai Rp19,4 miliar. Dalam laporan tersebut, ia dinyatakan tidak memiliki utang sama sekali.

Perubahan susunan direksi ini juga dibarengi dengan penyesuaian jajaran manajemen lainnya. Berikut adalah jajaran direksi baru Telkom setelah RUPSLB:

Direktur Utama dijabat oleh Nanang Hendarno. Direktur Enterprise & Business Service diisi oleh Veranita Yosephine.

Direktur Human Capital Management dijabat oleh Willy Saelan. Direktur IT Digital dipegang oleh Kharim I. G. Siregar.

Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ditempati oleh Arthur Angelo Syailendra. Direktur Network kini dipegang oleh Budi Satria Dharma Purba.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio dijabat oleh Seno Soemadji. Direktur Wholesale & International Service diisi oleh Radita Ali Putra.

Direktur Legal & Compliance dijabat oleh Andy Kelana. Sementara itu, Dewan Komisaris dipimpin oleh Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama.

Anggota komisaris lainnya terdiri dari Ossy Darmawan, Rizal Mallarangeng, dan Edwin Hidayat Abdullah. Posisi Komisaris Independen diisi oleh Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, dan Ira Noviarti.