Telekomunikasi

Indosat Kembangkan Zankore, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru ISAT

60
×

Indosat Kembangkan Zankore, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru ISAT

Sebarkan artikel ini
Logo Indosat Ooredoo Hutchison dengan latar belakang teknologi digital dan infrastruktur data center
Indosat mengembangkan Zankore sebagai platform AI neocloud berskala global hasil kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA.

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) memperkuat posisinya dalam ekosistem digital nasional melalui pengembangan Zankore, sebuah platform AI neocloud berskala global. Inisiatif strategis ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor antara Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.

Proyek ambisius ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur AI Factory yang menggunakan arsitektur NVIDIA DSX. Target kapasitas pengembangan mencapai 1 gigawatt (GW), dengan Indonesia ditetapkan sebagai basis operasional utama untuk melayani pasar di kawasan Asia-Pasifik.

Sebagai langkah awal, perusahaan menargetkan kapasitas sebesar 200 megawatt (MW) yang akan ditenagai oleh teknologi NVIDIA GB300 NVL72. Tahap pertama ini dijadwalkan beroperasi pada paruh pertama tahun 2027.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa lonjakan pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor industri memicu kebutuhan mendesak akan infrastruktur komputasi yang andal. Zankore dirancang untuk menjadi fondasi tepercaya yang memfasilitasi transisi adopsi AI dari tahap eksperimen menuju implementasi skala besar.

Zankore mengintegrasikan berbagai elemen krusial, mulai dari komputasi, jaringan, daya, hingga sistem pendinginan. Platform ini juga memanfaatkan teknologi NVIDIA DSX MaxLPS yang mampu mengoptimalkan penggunaan daya pada lapisan GPU secara efisien.

Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kapasitas komputasi hingga 40% tanpa menambah konsumsi listrik. Hal ini menjadi keunggulan strategis dalam operasional pusat data modern yang membutuhkan efisiensi energi tinggi.

Dari sisi struktur permodalan, Ooredoo Group bertindak sebagai pemegang saham pendiri dengan porsi kepemilikan sebesar 49%. Perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk menyuntikkan modal sekitar US$ 800 juta guna mendukung pengembangan proyek ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja, mengestimasikan kontribusi ekuitas Indosat dalam proyek ini mencapai kisaran 30% atau setara Rp 8,8 triliun. Meskipun membutuhkan pendanaan besar, struktur utang proyek ini bersifat non-recourse terhadap neraca keuangan Indosat.

Kapasitas 200 MW pada tahap pertama dilaporkan telah terkontrak penuh oleh mitra strategis. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan kumulatif sebesar US$ 13 miliar dalam lima tahun pertama operasionalnya.

Estimasi EBITDA kumulatif selama periode yang sama diperkirakan mencapai US$ 9 miliar. Kontribusi laba dari Zankore diprediksi mulai berdampak pada kinerja keuangan Indosat secara signifikan sejak tahun 2028.

Transformasi berbasis AI ini menjadi katalis penting bagi kinerja keuangan perusahaan setelah mencatatkan pendapatan Rp 30,7 triliun pada semester I-2026. Laba bersih perusahaan pada periode tersebut tercatat melonjak 84,5% menjadi Rp 4,31 triliun.

Pengembangan AI Cloud dan fiber optik menjadi pendorong utama pertumbuhan fundamental Indosat di tengah dinamika ekonomi global. Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ISAT dengan target harga Rp 2.700 per lembar.