Bursa Saham

IHSG Anjlok 1,48 Persen ke Level 6.405 pada Perdagangan Rabu

31
×

IHSG Anjlok 1,48 Persen ke Level 6.405 pada Perdagangan Rabu

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah 1,48 persen ke level 6.405 pada perdagangan Rabu (26/8/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut terperosok 1,48% atau kehilangan 95 poin, berakhir di level 6.405,68.

Tekanan jual yang masif mendominasi pergerakan pasar sepanjang hari ini. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 583 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 118 saham yang mampu menguat dan 89 saham lainnya stagnan.

Seluruh sektor saham di bursa domestik kompak mengalami pelemahan. Sektor IDX Transportasi menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam mencapai 4,15%.

Koreksi signifikan juga melanda sektor properti dan real estat yang terkoreksi 2,71%. Selain itu, sektor energi turut melemah sebesar 2,61% di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Sektor barang konsumer non-primer dan sektor perindustrian masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 2,42% dan 2,36%. Sektor infrastruktur juga tidak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 2,26%.

Sentimen negatif juga menekan sektor barang baku dan barang konsumer primer dengan penurunan masing-masing 1,49% dan 1,47%. Sektor keuangan dan kesehatan menutup daftar pelemahan dengan koreksi masing-masing 1,03% dan 0,73%.

Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan total volume mencapai 41,53 miliar saham. Nilai transaksi harian di pasar modal domestik tercatat sebesar Rp17,97 triliun.

Indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar, turut tertekan oleh kinerja sejumlah emiten. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin daftar top losers dengan pelemahan 7,08% ke level Rp420 per saham.

Emiten PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengikuti dengan penurunan 6,67% ke Rp770 per saham. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 5,91% ke posisi Rp1.750 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham masih mampu bertahan di zona hijau di tengah sentimen negatif pasar. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin daftar top gainers LQ45 dengan penguatan 2,03% ke level Rp3.020 per saham.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan 1,29% menjadi Rp7.850 per saham. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menguat tipis 0,30% ke level Rp1.685 per saham.

Pergerakan IHSG yang melemah ini terjadi di tengah dinamika pasar valuta asing Asia. Momentum dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai kehilangan tenaga memberikan peluang bagi mata uang kawasan, termasuk yuan dan won, untuk menguat hingga penghujung 2026.

Di sisi lain, investor saat ini tengah mencermati kinerja emiten-emiten yang mencatatkan volatilitas tinggi. Saham PT Tempo Media (TMPO), misalnya, sempat mencatatkan lonjakan 121% dalam sebulan terakhir, namun kinerja keuangan semester I-2026 masih menunjukkan tekanan pada arus kas dan likuiditas.