Bursa Saham

Adhi Karya Resmi Tunda Pembayaran Bunga dan Restrukturisasi Obligasi 2024

48
×

Adhi Karya Resmi Tunda Pembayaran Bunga dan Restrukturisasi Obligasi 2024

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor pusat PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Jakarta.
PT Adhi Karya resmi menunda pembayaran bunga obligasi dan melakukan restrukturisasi utang.

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kini menghadapi tekanan likuiditas yang signifikan menyusul keputusan perusahaan untuk menunda pembayaran bunga obligasi dan melakukan restrukturisasi jadwal kupon. Kondisi keuangan emiten konstruksi pelat merah ini memicu respons tegas dari otoritas pasar modal berupa penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham ADHI di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak sesi perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.

Suspensi tersebut diberlakukan setelah perusahaan gagal memenuhi kewajiban pembayaran bunga ke-17 untuk Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B (ADHI03BCN3) dan Seri C (ADHI03CCN3) yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. Langkah ini diambil BEI guna melindungi investor setelah mendapatkan informasi resmi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai penundaan pembayaran tersebut.

BEI menyatakan bahwa kegagalan pembayaran bunga obligasi merupakan indikator adanya permasalahan mendasar terkait kelangsungan usaha atau going concern perusahaan. Pihak bursa menegaskan bahwa suspensi akan tetap berlaku hingga diperoleh pengumuman lebih lanjut mengenai penyelesaian kewajiban perseroan.

Di sisi lain, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) telah merespons kondisi ini dengan menurunkan peringkat efek ADHI menjadi idBB dengan status Credit Watch. Penurunan peringkat ini mencerminkan meningkatnya risiko gagal bayar yang membayangi instrumen utang perusahaan di tengah upaya restrukturisasi yang sedang berjalan.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 6 Agustus 2026, ADHI berupaya melakukan restrukturisasi untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 (ADHI04CN1). Meskipun terdapat rencana penundaan pembayaran kupon, tantangan likuiditas tetap menjadi beban berat bagi operasional perusahaan.

Perubahan jadwal pembayaran kupon obligasi ADHI04CN1 mencakup pergeseran pembayaran kupon ke-9 dan ke-10 yang kini dijadwalkan ulang menjadi 9 Juli 2027. Sebelumnya, kupon tersebut direncanakan cair pada periode Juli 2026 dan Januari 2027.

Krisis likuiditas yang mendera ADHI terjadi di tengah upaya pemerintah dalam melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap BUMN Karya. Transformasi fundamental ini melibatkan koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta lembaga pembiayaan baru seperti Danantara untuk menata ulang beban utang konstruksi.

Manajemen ADHI saat ini tengah berupaya menjaga profitabilitas dengan memperketat seleksi proyek baru serta meningkatkan efisiensi biaya operasional. Perusahaan juga berkomitmen mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh lini bisnis untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Langkah strategis lainnya yang baru saja ditempuh ADHI adalah perubahan susunan pengurus perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perubahan struktur manajemen ini diharapkan dapat membawa strategi baru dalam menghadapi tantangan arus kas dan beban utang yang menumpuk.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih menanti kepastian mengenai jadwal pelunasan kewajiban bunga yang tertunda tersebut. BEI terus memantau perkembangan restrukturisasi ini guna memastikan transparansi informasi bagi para pemegang saham dan pemegang obligasi.