JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) memproyeksikan pemulihan kinerja operasional secara bertahap hingga pengujung tahun 2026. Optimisme ini muncul setelah perseroan melewati periode tekanan kinerja yang cukup signifikan selama paruh pertama tahun ini.
President Director United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyatakan bahwa perbaikan kondisi operasional mulai terlihat sejak dimulainya semester II-2026 pada Juli lalu. Manajemen berharap tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Terdapat tiga faktor utama yang menjadi pendorong perbaikan kinerja tersebut. Faktor pertama adalah peningkatan aktivitas pada segmen tambang batu bara milik perusahaan.
Kedua, adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan. Ketiga, manajemen menargetkan perbaikan pada volume penjualan alat berat serta kinerja bisnis kontraktor pertambangan.
Selain itu, sektor tambang emas menjadi salah satu tumpuan utama pemulihan perusahaan. Tambang emas Martabe dilaporkan telah kembali beroperasi sejak akhir Mei 2026 lalu.
Kendati demikian, operasional Tambang Martabe belum sepenuhnya kembali ke level normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Iwan menjelaskan bahwa proses pemulihan penuh saat ini masih memerlukan persiapan infrastruktur dan pemenuhan tenaga kerja secara bertahap.
Analis Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, memandang bahwa United Tractors masih akan menghadapi sejumlah tantangan hingga akhir tahun 2026. Namun, ia memperkirakan kinerja operasional secara kuartalan (QoQ) akan menunjukkan perbaikan.
Pemulihan tersebut terutama akan ditopang oleh segmen emas seiring dengan fase ramp up yang dilakukan di Tambang Martabe. Sebaliknya, segmen alat berat diprediksi masih akan mengalami tekanan yang cukup besar.
Tingkat penjualan alat berat saat ini masih sangat bergantung pada realisasi RKAB yang lebih ketat. Hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi pertumbuhan segmen alat berat di tengah kondisi pasar saat ini.
Di sisi lain, fundamental internal perseroan dinilai tetap solid untuk menjaga daya tarik saham di mata investor. Arus kas yang stabil serta rekam jejak pembagian dividen yang menarik menjadi poin plus bagi perusahaan.
Struktur kepemilikan saham yang terafiliasi dengan Grup Astra juga memberikan sentimen positif bagi para pemegang saham. Faktor-faktor tersebut menjadi penggerak utama harga saham UNTR ke depannya.
Adrian menambahkan bahwa potensi harga emas yang masih bertahan di level tinggi akan menjadi katalis pendukung kinerja. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, analis merekomendasikan beli untuk saham UNTR dengan target harga Rp 28.000 per saham.
Secara keseluruhan, strategi perseroan difokuskan pada optimalisasi operasional di tengah tantangan ekonomi yang ada. Manajemen tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi guna menghadapi ketidakpastian pasar hingga akhir tahun 2026.






