Bursa Saham

IHSG Berpotensi Konsolidasi di Level 6.000–6.200, Cek Saham Pilihan Hari Ini

62
×

IHSG Berpotensi Konsolidasi di Level 6.000–6.200, Cek Saham Pilihan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor perdagangan saham
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi di rentang 6.000 hingga 6.200 pada perdagangan hari ini.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam rentang konsolidasi pada perdagangan Kamis (1/10/2026), setelah ditutup melemah 0,83% ke level 6.071,89 pada Rabu (30/9/2026).

Tekanan pasar domestik masih didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya imbal hasil atau yield US Treasury. Ketidakpastian geopolitik global juga terus membayangi sentimen investor di Bursa Efek Indonesia.

Aktivitas investor asing terpantau masih cenderung menekan pasar dengan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,56 triliun di pasar reguler. Kondisi ini memperpanjang tren koreksi yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Meski demikian, terdapat sejumlah sentimen positif yang mulai memberikan ruang gerak bagi pasar. Penurunan harga minyak dunia ke level US$96 per barel menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Selain itu, pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengenai belum adanya urgensi kenaikan suku bunga acuan turut meredakan kekhawatiran pasar. Sentimen ini membantu mengimbangi tekanan dari kebijakan moneter global yang ketat.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan hari ini. Inflasi September dan neraca perdagangan Agustus menjadi indikator utama dalam menentukan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Konsensus Reuters memproyeksikan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 akan mencatatkan surplus sekitar US$630 juta. Sementara itu, tingkat inflasi bulan September diperkirakan mengalami peningkatan tipis.

Data ekonomi tersebut akan memberikan gambaran mengenai daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional terhadap tekanan eksternal. Stabilitas rupiah pun menjadi poin krusial yang dinantikan oleh para investor.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa IHSG masih berada dalam tekanan namun telah memasuki area support Fibonacci di level 6.019. Indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.200.

Analis menilai bahwa indikator MACD masih menunjukkan tren bearish sehingga pembalikan arah atau rebound belum terkonfirmasi. Level 6.019 menjadi batas kritis yang harus dipertahankan untuk menghindari tekanan lebih dalam menuju 5.854.

Untuk melanjutkan penguatan, indeks memerlukan breakout pada area 6.185 hingga 6.240. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang untuk technical rebound yang lebih solid akan terbuka.

Di pasar global, Wall Street ditutup dengan kinerja bervariasi pada perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones melemah 0,86%, S&P 500 turun 0,25%, sementara Nasdaq Composite justru menguat 0,24%.

Menanggapi dinamika pasar hari ini, analis memberikan beberapa rekomendasi saham. Saham EMAS dinilai berpotensi menguat dengan area beli di kisaran 7.600–7.700.

Saham UNTR juga menjadi pilihan setelah mencatatkan kenaikan signifikan dengan volume perdagangan yang meningkat. Area beli untuk UNTR disarankan berada pada rentang 26.500–27.000.

Selanjutnya, saham SRSN masih mempertahankan tren bullish dan berpotensi menuju target 137–143. Sementara itu, saham HEAL disarankan untuk diwaspadai karena masih berada dalam fase tren bearish.