Ekonomi

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ini Analisis Dampaknya ke Pasar Saham

40
×

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ini Analisis Dampaknya ke Pasar Saham

Sebarkan artikel ini
Suahasil Nazara saat dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029
Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA – Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 yang ditetapkan pada Senin, 14 September 2026.

Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Pergantian kepemimpinan di kementerian krusial ini menjadi sorotan utama pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi domestik.

Analis pasar menilai pergantian ini berpotensi memberikan sentimen positif dalam jangka pendek. Namun, dampak jangka panjang diperkirakan cenderung netral selama kebijakan makroekonomi pemerintah tetap konsisten dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Praktisi pasar mencatat adanya ekspektasi perubahan gaya kepemimpinan administratif di bawah Suahasil. Gaya kepemimpinan baru ini diprediksi akan memberikan kontras signifikan dibandingkan pendekatan sebelumnya yang dinilai cukup agresif.

Sebagai catatan, kebijakan utama Purbaya sebelumnya berfokus pada upaya penurunan suku bunga melalui penyuntikan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional. Langkah ini bertujuan untuk memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.

Namun, implementasi kebijakan tersebut menghadapi kendala di lapangan. Sektor perbankan cenderung menahan dana tersebut karena kekhawatiran terhadap ketidakpastian iklim bisnis.

Bank-bank nasional tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit meskipun telah diberikan target khusus oleh pemerintah. Kehati-hatian ini muncul akibat risiko kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) dan aset berisiko tinggi (LAR).

Reaksi pasar terhadap pergantian menteri ini terlihat pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,10% ke posisi 6.534 pada Senin (14/9/2026).

Meski indeks secara keseluruhan terkoreksi, saham-saham perbankan besar justru menunjukkan kinerja positif. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,98% ke level Rp3.400 per saham.

Pergerakan positif juga dialami oleh saham perbankan Buku 4 lainnya. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melonjak 3,20%, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,77%.

Selain itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut mencatatkan kenaikan sebesar 1,83% di tengah sentimen pergantian jabatan menteri. Investor saat ini masih terus mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen eksternal, termasuk pengumuman hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity. Selain itu, pasar juga masih menunggu kepastian kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 sebagai penentu arah ekonomi domestik.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia saat ini tengah mengkaji wacana penghapusan batas harga minimum saham Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk bagi emiten yang saat ini berada di harga “gocap”.