Industri

Program Koperasi Merah Putih Dorong Kinerja Anak Usaha Selamat Sempurna

52
×

Program Koperasi Merah Putih Dorong Kinerja Anak Usaha Selamat Sempurna

Sebarkan artikel ini
Produk manufaktur PT Hydraxle Perkasa yang mengalami peningkatan penjualan berkat program Koperasi Merah Putih.
PT Hydraxle Perkasa mencatatkan kenaikan penjualan signifikan sepanjang semester I-2026.

JAKARTA – PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan pada anak usahanya, PT Hydraxle Perkasa, sepanjang semester I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan produk seiring dengan implementasi program nasional Koperasi Merah Putih.

Penjualan PT Hydraxle Perkasa dilaporkan meningkat signifikan menjadi sekitar Rp92 miliar pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 20% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran Rp70 miliar.

Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri Pribadi, mengungkapkan bahwa pesanan produk yang diterima perusahaan banyak berasal dari jaringan dealer. Sebagian besar pesanan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan operasional yang muncul dari program Koperasi Merah Putih.

Manajemen SMSM memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Perusahaan optimistis bahwa pesanan dari dealer yang terkait dengan program koperasi tersebut masih akan mengalir pada semester kedua 2026.

PT Hydraxle Perkasa merupakan entitas yang 51% sahamnya dikuasai oleh SMSM. Perusahaan ini berfokus pada segmen perakitan dump body dengan produk unggulan bermerek Dump Truck ADR yang banyak digunakan di sektor logistik dan pembangunan.

Sekretaris Perusahaan SMSM, Lidiana Widjojo, menambahkan bahwa perbaikan kinerja anak usahanya tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Pemulihan kondisi di sektor industri pertambangan dan perkebunan nasional juga menjadi katalis utama bagi pertumbuhan penjualan.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri kini tengah digencarkan pemerintah di berbagai daerah sebagai Program Strategis Nasional (PSN). Pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendukung senilai Rp3 miliar untuk setiap koperasi yang terbentuk guna menunjang aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa atau kelurahan.

Secara nasional, implementasi program ini masih menghadapi tantangan di sejumlah wilayah. Di Kalimantan Timur, dari 1.037 koperasi yang terbentuk, baru 82 unit yang dilaporkan beroperasi. Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebanyak 42 koperasi masih terkendala masalah permodalan dan ketersediaan bangunan fisik.

Meski demikian, dukungan pemerintah terhadap program ini tetap masif di berbagai daerah. Pemerintah daerah, seperti Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung operasional koperasi sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.

Selain aspek permodalan, pemerintah juga mempertimbangkan pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas koperasi. Beberapa jenis kendaraan seperti Honda Supra X 125 hingga CRF150L berpeluang menjadi armada resmi untuk menunjang distribusi dan kegiatan operasional koperasi di lapangan.

Di sisi lain, pasar modal juga mencatat aktivitas investasi yang dinamis di sektor terkait. Morgan Stanley baru-baru ini meningkatkan kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi 7,59% dengan nilai transaksi mencapai Rp547 miliar, menunjukkan optimisme investor terhadap perusahaan yang memiliki ekosistem luas di Indonesia.