JAKARTA – Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (7/9/2026), hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Harga saham emiten alat kesehatan ini melesat 34,72% ke level Rp97 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan.
Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk masker kesehatan. Kondisi tersebut merupakan respons investor atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri peralatan kesehatan. Perusahaan yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Agustus 2022 ini awalnya berfokus pada produksi masker bedah tiga lapis.
Seiring berjalannya waktu, perseroan melakukan diversifikasi lini usaha melalui merek Evo Plusmed. Portofolio produknya kini mencakup penutup kepala (bouffant cap), stetoskop, tensimeter digital, kursi roda, tiang infus, hingga bak instrumen.
Manajemen MEDS menyatakan bahwa produk-produk perusahaan telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan. Selain itu, perseroan juga telah menerapkan standar Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam proses produksinya.
Merek Evo Plusmed sendiri memiliki rekam jejak sebagai masker resmi dalam berbagai ajang berskala besar. Produk ini pernah digunakan oleh kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020, PON Papua 2021, hingga gelaran MotoGP Pertamina Mandalika 2022.
Kinerja keuangan perseroan menunjukkan tren pertumbuhan positif pada tahun berjalan. Hingga semester I 2026, pendapatan kumulatif tercatat mencapai Rp11,53 miliar.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan volume permintaan masker dari distributor baru maupun mitra lama. Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan tambahan melalui jasa machining.
Sebelumnya, pada kuartal I 2026, penjualan MEDS tercatat sebesar Rp4,77 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,81 miliar.
Laba kotor perusahaan juga mengalami perbaikan, naik dari Rp229,4 juta menjadi Rp1,70 miliar pada periode yang sama. Meskipun demikian, besarnya beban operasional masih menjadi tantangan bagi perseroan dalam mencetak laba bersih yang optimal.
Di jajaran manajemen, perusahaan dipimpin oleh dr. Yenny Marlina sebagai Direktur Utama. Jajaran direksi lainnya diisi oleh Herry dan Fancy Marsiana, sementara posisi Komisaris Utama dijabat oleh Jemmy Kurniawan.
Manajemen MEDS mengklaim bahwa tim kepemimpinan mereka memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri alat kesehatan. Fokus utama ke depan adalah memperluas pangsa pasar alat kesehatan di luar periode pandemi Covid-19 melalui diversifikasi produk yang berkelanjutan.






