Bursa Saham

Volume Transaksi Saham BEI Melonjak 35,9% Sepanjang Pekan Ini

38
×

Volume Transaksi Saham BEI Melonjak 35,9% Sepanjang Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan lonjakan volume transaksi sebesar 35,9% sepanjang pekan ini.

JAKARTA – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tren positif sepanjang pekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026. Seluruh indikator utama perdagangan, mulai dari volume, nilai, hingga frekuensi transaksi, menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Rata-rata volume transaksi harian mencatatkan lonjakan paling tajam, yakni sebesar 35,9%. Volume perdagangan meningkat menjadi 48,99 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 36,05 miliar saham.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang naik sebesar 25,75%. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 19,22 triliun, tumbuh dari posisi pekan sebelumnya sebesar Rp 15,29 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian pun turut terkerek naik sebesar 10,93%. Angka frekuensi transaksi harian kini mencapai 2,39 juta kali, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan 2,15 juta kali transaksi.

Sejalan dengan dinamika tersebut, IHSG ditutup menguat 1,82% selama periode sepekan. Indeks berakhir di level 6.636,475, naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya di level 6.518,121.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,47%. Nilai kapitalisasi pasar saat ini berada pada angka Rp 11.599 triliun, naik dari Rp 11.431 triliun pada pekan sebelumnya.

Di balik penguatan pasar, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 29,76 miliar sepanjang pekan lalu. Secara kumulatif sejak awal tahun 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih mencapai Rp 68,05 triliun.

BEI terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal nasional. Salah satunya melalui inisiatif konektivitas global yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan AlpacaDB, Inc. pada Selasa (1/9).

Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang akses pasar modal lintas negara. BEI kini mengkaji potensi akses bagi Anggota Bursa menuju pasar luar negeri melalui mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN).

Pengembangan ini dilakukan dengan terus berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar mekanisme yang dihasilkan sesuai dengan regulasi dan kebutuhan pasar.

Dari sisi penambahan emiten, BEI aktif mendorong perusahaan potensial untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Pada Senin (31/8), BEI bersama KemenUMKM dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar workshop bagi pelaku usaha di Bandung.

Program tersebut diikuti oleh 54 peserta dari berbagai sektor usaha di Jawa Barat. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola dan persiapan go public.

Jawa Barat dipilih karena memiliki basis investor yang sangat besar. Tercatat hingga Juli 2026, jumlah investor di wilayah tersebut mencapai 3.985.667 Single Investor Identification (SID).

Menyongsong pekan depan, BEI dijadwalkan menyelenggarakan Public Expose Live 2026 pada 7–11 September 2026. Sebanyak 45 perusahaan tercatat akan memaparkan kinerja serta strategi bisnis mereka kepada publik secara virtual.