Bursa Saham

IHSG Menguat 1,82% Sepekan, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Terbaru

51
×

IHSG Menguat 1,82% Sepekan, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Terbaru

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan penguatan akumulatif sebesar 1,82% sepanjang pekan perdagangan.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan pelemahan tipis sebesar 0,47% ke level 6.636 pada Jumat (4/9/2026). Meski terkoreksi di hari terakhir, indeks secara akumulatif mencatatkan penguatan sebesar 1,82% selama periode perdagangan sepekan.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini berlangsung fluktuatif di tengah dinamika sentimen domestik maupun global. Pelaku pasar terpantau mencermati kebijakan moneter Amerika Serikat, arus modal asing, serta kondisi geopolitik yang terus berkembang.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa penguatan indeks dalam sepekan terakhir dipicu oleh aksi rebalancing MSCI pada akhir Agustus lalu. Selain itu, ekspektasi kebijakan dovish dari bank sentral AS, The Federal Reserve, turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Ekspektasi tersebut muncul setelah investor memantau rilis data ketenagakerjaan AS, yakni non-farm payrolls (NFP). Kebijakan moneter yang lebih longgar diproyeksikan dapat menekan dolar AS serta imbal hasil obligasi global.

Sentimen positif juga didukung oleh aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik. Hingga perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,7 triliun yang diiringi dengan penguatan nilai tukar rupiah.

Namun, momentum penguatan mulai tertahan pada perdagangan Jumat. IHSG sempat menguji level 6.704 sebelum akhirnya ditutup di angka 6.636 akibat aksi ambil untung oleh pelaku pasar.

Sektor transportasi menjadi penekan utama dengan penurunan 1,09%, diikuti sektor konsumer non-primer sebesar 1,07% dan sektor teknologi sebesar 0,76%. Di sisi lain, sektor energi, konsumer primer, dan perindustrian masih mampu mencatatkan penguatan terbatas.

Secara terpisah, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pergerakan IHSG pada Jumat cenderung terbatas. Hal ini dipicu oleh minimnya katalis domestik yang mampu menahan laju indeks.

Indikator teknikal seperti Stochastic RSI yang telah memasuki area overbought turut memperkuat potensi koreksi. Histogram MACD yang mulai mendatar juga menjadi sinyal bahwa penguatan IHSG dalam waktu dekat akan tertahan.

Untuk pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih rentan terhadap tekanan koreksi. Ia menetapkan level support berada di 6.337, sementara level resistance berada di 6.786.

Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Data tersebut menjadi penentu krusial bagi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain itu, investor tetap mewaspadai perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia. Faktor domestik seperti nilai tukar rupiah dan rilis cadangan devisa Indonesia juga akan menjadi perhatian utama pasar.

Investor disarankan mencermati sejumlah emiten untuk perdagangan pekan depan. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).