Valuta

Rupiah Jisdor Menguat ke Rp17.618 per Dolar AS Hari Ini

95
×

Rupiah Jisdor Menguat ke Rp17.618 per Dolar AS Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS di layar monitor
Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.618 per dolar AS berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia pada Selasa (8/9/2026).

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi baik di pasar spot maupun pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia.

Data Jisdor Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di level Rp 17.618 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan apresiasi sebesar 0,20% dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.653 per dolar AS.

Sementara itu, di pasar spot, rupiah ditutup menguat tipis sebesar 0,05% ke level Rp 17.632 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, mata uang domestik sempat bertengger di angka Rp 17.640 per dolar AS.

Kinerja rupiah hari ini sejalan dengan tren penguatan sejumlah mata uang di kawasan Asia. Yen Jepang memimpin apresiasi regional dengan kenaikan sebesar 0,39% terhadap dolar AS.

Won Korea menyusul di posisi berikutnya dengan penguatan sebesar 0,13%. Selain itu, dolar Taiwan mencatatkan kenaikan 0,11% dan dolar Singapura menguat 0,02% di hadapan mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia berhasil mempertahankan posisinya terhadap dolar AS. Sebagian mata uang regional justru mengalami tekanan pelemahan sepanjang perdagangan sore ini.

Ringgit Malaysia mencatatkan pelemahan terdalam di kawasan Asia dengan koreksi sebesar 0,28%. Kondisi serupa dialami oleh rupee India yang melemah 0,27% dan baht Thailand yang turun sebesar 0,23%.

Tekanan terhadap dolar AS juga terlihat pada peso Filipina yang terkoreksi 0,03%. Sementara itu, dolar Hong Kong dan yuan China masing-masing mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,02%.

Pergerakan mata uang regional ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS secara global. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar terhadap mata uang utama dunia tersebut berada di level 98,95.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan posisi pada perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level 99,17. Pelemahan indeks dolar ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk melakukan konsolidasi.

Secara fundamental, stabilitas rupiah terus dipantau oleh Bank Indonesia melalui intervensi di pasar valuta asing. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga volatilitas mata uang agar tetap berada dalam koridor yang aman bagi stabilitas ekonomi nasional.

Sentimen pasar global saat ini masih tertuju pada kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve. Investor tengah menanti sinyal mengenai arah suku bunga acuan yang akan berdampak langsung pada aliran modal asing di pasar keuangan domestik.

Hingga penutupan pasar sore ini, rupiah masih menunjukkan ketahanan di tengah sentimen pasar yang variatif. Pelaku pasar diprediksi akan tetap mencermati data ekonomi global sebagai acuan utama perdagangan esok hari.