KENDAL – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal resmi mencatat tambahan investasi baru melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga perusahaan dari sektor kulit sintetis, garmen, dan perhotelan. Langkah strategis ini dinilai akan memperkuat ekosistem industri serta meningkatkan aktivitas bisnis di kawasan tersebut.
Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa penambahan komitmen investasi ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan di dalam kawasan. Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan komprehensif.
Tiga perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah Anhui Anli Materials Technology Co. Ltd., Zhejiang Tongli Clothing Co. Ltd., dan PT Padimas Surya Makmur. Masing-masing perusahaan membawa fokus operasional yang berbeda untuk mendukung rantai pasok industri di Indonesia.
Anhui Anli Materials Technology, perusahaan asal Hefei, China, akan mengembangkan industri kulit sintetis. Perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini memiliki spesialisasi dalam produksi polyurethane synthetic leather dan polyurethane composite materials dengan kapasitas tahunan mencapai 88,5 juta meter.
Produk dari Anhui Anli mencakup kebutuhan luas, mulai dari alas kaki, furnitur, tas, hingga interior kendaraan. Kehadiran perusahaan ini diproyeksikan memperkuat rantai pasok bagi industri manufaktur yang telah lebih dulu beroperasi di KEK Kendal.
Sementara itu, Zhejiang Tongli Clothing Co. Ltd. akan masuk ke sektor industri garmen. Perusahaan ini dikenal melalui model produksi original equipment manufacturer (OEM) dan original design manufacturer (ODM) untuk berbagai kategori pakaian.
Zhejiang Tongli berfokus pada produksi pakaian olahraga, pakaian yoga, serta fashion wear. Mereka juga menerapkan sistem produksi Quick Response untuk memastikan operasional tetap selaras dengan dinamika kebutuhan pasar global.
Di sisi lain, PT Padimas Surya Makmur melakukan ekspansi bisnis melalui pembangunan hotel bintang empat di dalam kawasan. Sebagai tenant yang sudah eksis, perusahaan ini merespons kebutuhan akomodasi yang meningkat seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja dan aktivitas bisnis.
Pengembangan fasilitas perhotelan ini nantinya akan dikelola melalui kerja sama dengan operator hospitality profesional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan sektor industri manufaktur di KEK Kendal turut mendorong sektor jasa pendukung.
Juliani menegaskan bahwa transformasi KEK Kendal diarahkan untuk menjadi kawasan dengan ekosistem bisnis yang lengkap. Pertumbuhan industri harus dibarengi dengan ketersediaan layanan pendukung, mulai dari area komersial, tenaga kerja, hingga fasilitas pendukung bisnis lainnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong daya saing kawasan industri di Indonesia agar lebih menarik bagi investor asing. KEK Kendal terus berupaya memperluas jaringan investasi guna mempercepat hilirisasi industri di tanah air.
Hingga saat ini, KEK Kendal terus menunjukkan progres dalam menarik minat investor global. Diversifikasi sektor yang masuk ke kawasan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah di Jawa Tengah.






