Bursa Saham

Transformasi MGLV ke Bisnis Data Center dan AI: Profil dan Kinerja

103
×

Transformasi MGLV ke Bisnis Data Center dan AI: Profil dan Kinerja

Sebarkan artikel ini
Logo PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk sebagai penyedia infrastruktur data center berbasis AI
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk resmi bertransformasi menjadi perusahaan penyedia infrastruktur data center berbasis AI.

JAKARTA – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) secara resmi melakukan perombakan fundamental bisnis dengan beralih dari sektor furnitur dan peralatan rumah tangga menjadi penyedia infrastruktur data center berbasis kecerdasan buatan (AI). Transformasi besar-besaran ini menyusul pergantian pengendali perseroan kepada PT Nextier Datamate Center (NDC) pada Februari 2026.

Perubahan identitas korporasi dari PT Panca Anugrah Wisesa Tbk menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk disahkan pada Juli 2026. Langkah strategis ini diperkuat dengan divestasi 13 anak usaha lama pada September 2026 untuk memfokuskan sumber daya pada pengembangan infrastruktur digital.

MGLV kini membidik pasar high-density data center guna menjawab lonjakan permintaan komputasi AI, cloud computing, serta penyimpanan data berskala besar. Perseroan menilai pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia sebagai peluang emas untuk menguasai pangsa pasar infrastruktur komputasi masa depan.

Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) September 2026, perseroan menyetujui rencana akuisisi PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Transaksi material ini mencakup pengambilalihan saham serta piutang sebagai aset utama penunjang bisnis baru.

Selain infrastruktur fisik, MGLV memperluas kegiatan usaha ke lini perusahaan induk dan konsultasi manajemen. Fokus utama perseroan terletak pada penyediaan fasilitas hosting dan infrastruktur komputasi yang mampu menopang beban kerja berat dari teknologi AI generatif.

Pasar merespons positif langkah transformasi tersebut, terlihat dari kenaikan harga saham MGLV yang melonjak 30,22% dalam lima hari perdagangan terakhir. Pada sesi pertama Kamis (10/9), saham MGLV bertengger di level Rp14.975 per lembar.

Namun, kinerja keuangan semester I 2026 masih mencerminkan beban transisi dari bisnis lama. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp26,1 miliar, turun signifikan sebesar 74,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan pada 6M26 tercatat negatif Rp14,1 miliar akibat proses restrukturisasi yang masif. Margin EBITDA perusahaan berada di posisi -50,6%, mencerminkan tantangan operasional selama masa peralihan model bisnis.

Struktur kepemimpinan juga telah dirombak total di bawah kendali baru. Ahmad Zulfikar kini memimpin sebagai Direktur Utama, didampingi oleh dewan komisaris baru termasuk Suriyanto sebagai Komisaris Utama dan Glenn Sugita sebagai Komisaris.

Total aset MGLV per kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp184 miliar dengan ekuitas mencapai Rp114,2 miliar. Posisi kas perusahaan saat ini berada di angka Rp1,3 miliar, yang akan menjadi modal dasar dalam mengeksekusi rencana ekspansi data center ke depan.

Transformasi MGLV menjadi bagian dari tren nasional di mana perusahaan-perusahaan mulai beralih ke sektor infrastruktur digital. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan pusat data yang efisien guna menopang ekosistem AI yang semakin kompetitif secara global.