JAKARTA – Batavia Prosperindo Asset Management mengoptimalkan kinerja portofolio reksadana saham melalui penguatan eksposur pada sektor infrastruktur data center dan kecerdasan buatan (AI). Strategi ini berhasil mendongkrak performa Batavia Dana Saham Syariah hingga mencatatkan imbal hasil atau return sebesar 6,04% secara bulanan pada Agustus 2026.
Capaian tersebut melampaui rata-rata kinerja reksadana saham secara industri yang berada di level 3,60% pada periode yang sama. Fokus pada pengembangan infrastruktur digital menjadi kunci utama dalam strategi pengelolaan aset perusahaan saat ini.
Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi, menyatakan bahwa sektor infrastruktur memiliki bobot aktif atau active weight terbesar dalam portofolio Batavia Dana Saham Syariah sepanjang Agustus. Keputusan ini didorong oleh valuasi sektor yang dinilai menarik serta potensi pertumbuhan jangka panjang dari proyek data center di Indonesia.
Eri menjelaskan, pengembangan teknologi AI di dalam negeri memicu lonjakan kebutuhan infrastruktur pendukung. Peluang ini ditangkap perusahaan dengan membidik emiten yang terafiliasi dengan ekosistem data center, baik dari sektor telekomunikasi maupun kawasan industri.
Selain infrastruktur, manajer investasi ini juga menempatkan bobot aktif pada sektor kesehatan (healthcare) dan barang konsumen siklikal (consumer cyclical). Kedua sektor tersebut dipilih karena dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan kinerja yang signifikan di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan data fund fact sheet per 31 Juli 2026, portofolio Batavia Dana Saham Syariah mencakup sejumlah saham dengan kapitalisasi besar. Beberapa di antaranya meliputi Aneka Tambang sebesar 6,47%, Alamtri Resources Indonesia 5,10%, serta Kalbe Farma dengan bobot 4,29%.
Selain itu, terdapat pula emiten konsumer seperti Indofood CBP Sukses Makmur dengan porsi 4,11% dan Indofood Sukses Makmur sebesar 3,73%. Komposisi ini menunjukkan diversifikasi yang tetap menjaga keseimbangan antara sektor pertumbuhan dan sektor defensif.
Ke depan, Batavia Prosperindo Asset Management berencana melakukan penyesuaian eksposur pada sektor energi. Langkah ini diambil untuk merespons kondisi pasar komoditas serta antisipasi dampak fenomena cuaca El Nino terhadap sektor terkait.
Penambahan eksposur energi diharapkan dapat menjadi katalis baru bagi portofolio di tengah volatilitas pasar global. Manajemen berkomitmen untuk terus memantau peluang pertumbuhan di setiap sektor secara ketat sebelum menentukan langkah realokasi aset.
Strategi selektif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mempertahankan daya saing produk reksadana syariah. Dengan memadukan analisis fundamental dan tren teknologi, perusahaan berupaya menjaga konsistensi kinerja di tengah perubahan kondisi ekonomi makro.





