Peristiwa

Karhutla Kawah Ijen Mulai Padam, Petugas Lanjutkan Pemadaman Udara

49
×

Karhutla Kawah Ijen Mulai Padam, Petugas Lanjutkan Pemadaman Udara

Sebarkan artikel ini
Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan TWA Kawah Ijen oleh tim gabungan
Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di kawasan TWA Kawah Ijen yang terdampak kebakaran.

BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Jawa Timur, dilaporkan mulai mereda pada Selasa (8/9/2026). Meskipun intensitas api menurun, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang sulit dijangkau.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa titik api di sepanjang jalur pendakian telah berkurang signifikan. Keberhasilan ini dicapai berkat kerja keras tim gabungan dalam melakukan penyisiran dan pemadaman secara intensif.

Meski demikian, pemantauan udara masih mendeteksi adanya asap di beberapa lokasi tertentu. Kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya potensi bara api yang dapat memicu kebakaran kembali jika tidak segera ditangani.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus mengoperasikan helikopter untuk melakukan water bombing guna mempercepat proses pemadaman. Operasi udara ini telah berlangsung sejak Minggu (6/9) lalu untuk menyasar titik api yang tidak terjangkau oleh tim darat.

Tim gabungan saat ini memfokuskan kegiatan pada proses mopping up atau pendinginan lahan. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh bara api padam sepenuhnya dan tidak merambat ke area vegetasi lain yang masih aman.

Salah satu fokus penanganan yang cukup menantang berada di sekitar Gunung Papak. Medan yang terjal dan curam menjadi kendala utama bagi personel di lapangan dalam menjangkau titik api secara langsung.

Data BPBD Jawa Timur menunjukkan bahwa total luas area yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Ijen mencapai sekitar 20 hektare. Insiden ini pertama kali dilaporkan pada awal September sebelum akhirnya meluas ke kawasan TWA Kawah Ijen.

Sebagai langkah mitigasi dan keamanan, seluruh aktivitas wisata di kawasan Kawah Ijen telah ditutup sementara sejak 4 September 2026. Penutupan ini akan terus diberlakukan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman bagi pengunjung.

Kebakaran di Kawah Ijen menambah daftar panjang peristiwa serupa di sejumlah pegunungan di Jawa Timur. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat insiden karhutla juga terjadi di Gunung Semeru, Gunung Wilis, dan Gunung Arjuno-Welirang.

Selain di Banyuwangi, penanganan kebakaran lahan juga menjadi prioritas di wilayah lain, seperti penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Bogor. Langkah ini diambil pemerintah daerah setempat untuk mempermudah akses alat berat dalam proses pemadaman api di area pembuangan sampah tersebut.

Di sisi lain, tantangan penanganan karhutla di Indonesia tetap tinggi, seperti yang terjadi di Kayong Utara. Saat petugas tengah menyiapkan embung darurat sebagai langkah antisipasi, api justru muncul di lahan warga dan membakar sekitar 2 hektare area milik masyarakat.

Kondisi cuaca yang kering dan sulitnya akses medan menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan guna mencegah meluasnya karhutla di tengah musim kemarau.