JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak konsolidasi pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Proyeksi ini muncul setelah indeks mengalami pelemahan tipis sebesar 0,12% ke level 6.678 pada penutupan perdagangan Rabu (9/9/2026).
Secara teknikal, pergerakan indeks pada hari ini diperkirakan berada pada rentang 6.600 hingga 6.720. Level 6.600 saat ini menjadi titik support utama yang krusial untuk mempertahankan momentum kenaikan jangka pendek.
Pelemahan yang terjadi pada sesi sebelumnya dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) investor setelah indeks sempat mengalami reli. Selain itu, indeks sempat tertahan oleh level psikologis di angka 6.700.
Sentimen pasar domestik saat ini tertolong oleh data ekonomi yang positif, yakni kenaikan indeks kepercayaan konsumen ke angka 118,5 pada Agustus 2026. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai rilis data penjualan ritel bulan Juli yang diproyeksikan terkontraksi 3,3% secara tahunan (year on year).
Dari sisi eksternal, kondisi pasar global masih dibayangi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia yang menjadi perhatian serius para investor.
Pasar juga tengah menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) dari Amerika Serikat. Data inflasi ini sangat krusial karena akan menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.
Sentimen negatif juga datang dari bursa saham Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones tercatat turun 0,77%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,48% dan 0,64%.
Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti batubara dan tembaga memberikan katalis positif bagi saham-saham emiten terkait. Dinamika ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi investor di tengah kondisi pasar yang masih cenderung sideways.
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan target harga 490-510. Saham ini menunjukkan sinyal bullish dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga direkomendasikan beli dengan potensi kenaikan ke area 3.180-3.240. Momentum positif PTBA terjaga selama harga mampu bertahan di atas level support 3.020.
Untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), investor disarankan menggunakan strategi buy on break jika harga menembus level 3.200. Jika berhasil menembus resistensi tersebut, ANTM berpeluang menguji level 3.310.
Sebaliknya, rekomendasi jual diberikan untuk PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG). Saham ini berada dalam tekanan jual yang signifikan setelah menembus level support 750, dengan potensi koreksi lanjutan menuju area 650.






