NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Reli ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga meredam spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 250,40 poin atau 0,49% ke level 51.176,96. Indeks S&P 500 naik 56,27 poin atau 0,73% ke posisi 7.722,72, sementara Nasdaq Composite melonjak 319,27 poin atau 1,19% ke level 27.190,86.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) hanya sebesar 29.000 pada bulan lalu. Angka tersebut jauh di bawah prediksi ekonom sebesar 90.000, ditambah dengan revisi turun yang tajam pada data dua bulan sebelumnya.
Data yang lesu ini secara langsung menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin kini menyusut menjadi 22,7%.
Angka tersebut turun signifikan dibandingkan sesi sebelumnya yang berada di level 24,4%. Bahkan, probabilitas ini tercatat jauh lebih rendah dari posisi minggu lalu yang sempat mencapai 64,2%.
Kepala perdagangan di SummitTX Capital, Robert Bernstone, menilai pasar merespons positif perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dianggap tidak terlalu pesat. Meskipun demikian, investor tetap bersikap hati-hati karena adanya kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
Sentimen positif ini berdampak pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga. Indeks real estat S&P 500 tercatat naik 0,4%, sementara indeks Russell 2000 yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik 0,9%.
Kenaikan tersebut menjadi capaian harian terbaik bagi indeks Russell 2000 dalam kurun waktu sebulan terakhir. Saham-saham mega-cap juga menjadi motor penggerak utama pasar, dengan Nvidia naik 1,3% dan Tesla melonjak 4,7%.
Lonjakan saham Tesla turut mendorong sektor barang konsumsi non-primer S&P 500 naik 1,4%. Sektor ini tercatat sebagai kinerja terbaik di antara 11 sektor utama yang ada dalam indeks S&P 500.
Di sisi lain, pergerakan pasar sepanjang pekan ini menunjukkan dinamika yang beragam. Meskipun ditutup menguat pada Jumat, Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan penurunan mingguan untuk keempat kalinya dalam lima minggu terakhir.
Sebaliknya, Nasdaq justru berhasil membukukan penguatan mingguan. Indeks tersebut mencatatkan kenaikan untuk kelima kalinya dalam enam minggu terakhir.
Secara akumulatif selama sepekan, S&P 500 turun 0,27% dan Dow Jones terkoreksi 1,26%. Sementara itu, Nasdaq mampu mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 0,45%.






