UKM

Kisah Sukses Petani Merauke Berkat Dukungan Pembiayaan Holding Ultra Mikro

49
×

Kisah Sukses Petani Merauke Berkat Dukungan Pembiayaan Holding Ultra Mikro

Sebarkan artikel ini
Petani di Merauke, Papua, yang berhasil mengembangkan usaha pertanian berkat dukungan pembiayaan Holding Ultra Mikro
Mur Dwi Astuti berhasil memperluas lahan pertaniannya di Merauke berkat dukungan permodalan dari Holding Ultra Mikro.

MERAUKE – Akses pembiayaan yang terintegrasi melalui Holding Ultra Mikro (UMi) terbukti mampu mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha pertanian di daerah. Mur Dwi Astuti, seorang petani di Merauke, Papua, berhasil mengembangkan skala usahanya dari satu hektare menjadi tiga hektare berkat dukungan permodalan bertahap dari ekosistem BRI, Pegadaian, dan PNM.

Perjalanan ekonomi Mur dimulai dengan memanfaatkan layanan gadai emas di Pegadaian untuk kebutuhan modal awal. Langkah ini menjadi sarana pembelajaran bagi dirinya dalam mengelola keuangan dan memahami literasi perbankan secara mendasar.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan operasional pertanian, Mur kemudian beralih menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari BRI. Skema pembiayaan ini dipilih karena memberikan akses modal produktif tanpa memerlukan jaminan tambahan yang memberatkan petani.

Modal dari KUR Mikro tersebut digunakan Mur untuk membiayai seluruh kebutuhan budidaya padi. Hal ini mencakup pembayaran tenaga kerja hingga pengadaan peralatan pertanian yang krusial bagi keberlangsungan tanam.

Selain bantuan modal, BRI juga memberikan pendampingan intensif kepada Mur dalam pengelolaan keuangan usaha. Melalui edukasi tersebut, ia kini mampu menyisihkan pendapatan untuk diputar kembali sebagai modal pada siklus tanam berikutnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kisah sukses Mur mencerminkan keberhasilan sinergi Holding Ultra Mikro. Ekosistem ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku usaha agar dapat berkembang secara bertahap sesuai dengan fase pertumbuhan bisnis mereka.

Integrasi antara BRI, Pegadaian, dan PNM kini menjadi pilar penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat ultra mikro. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi bagi pelaku usaha kecil di seluruh pelosok Indonesia.

Secara nasional, pemerintah terus memperkuat ekosistem keuangan ini, termasuk melalui pengelolaan cadangan emas yang mencapai 153 ton melalui Pegadaian. Langkah strategis ini mencakup berbagai instrumen seperti tabungan emas, gadai, hingga pembiayaan modal kerja.

Dukungan sektor keuangan ini menjadi vital mengingat sektor pertanian di wilayah seperti Papua menghadapi tantangan geografis dan iklim yang signifikan. Fenomena perubahan bentang alam dan kerentanan terhadap kebakaran lahan pada 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Ketangguhan Mur dalam mengelola usaha di tengah keterbatasan air dan ancaman hama menunjukkan pentingnya ketahanan modal. Ia kini mengajak para pelaku usaha kecil lainnya untuk lebih berani memanfaatkan akses perbankan yang tersedia secara bertanggung jawab.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, perempuan pelaku usaha di pedesaan mampu meningkatkan produktivitasnya. Kemandirian ekonomi yang diraih Mur menjadi indikator positif bagi keberlanjutan program pemberdayaan UMKM di masa depan.