UKM

BI Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

171
×

BI Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti membuka acara Karya Kreatif Indonesia 2026 di JCC Jakarta
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti membuka perhelatan Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing serta memperluas akses pasar bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Kamis (20/8/2026) ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa KKI 2026 mengusung tema “Mesare Sare” yang bermakna berdaya bersama-sama. Tema ini mencerminkan semangat sinergi lintas sektor guna menciptakan ekosistem UMKM yang lebih sehat, kuat, dan kompetitif di tengah tantangan ekonomi global.

Penyelenggaraan tahun ini melibatkan kolaborasi intensif antara BI dengan 27 kementerian dan lembaga terkait. Sebanyak 550 pelaku UMKM berpartisipasi secara luring, sementara lebih dari 1.300 UMKM lainnya terlibat melalui platform daring.

Beragam produk unggulan dipamerkan dalam ajang tersebut, mencakup sektor fesyen, industri kreatif, hingga produk pangan dan kopi lokal. Destry menekankan pentingnya penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Data menunjukkan terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia yang menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Sektor ini juga tercatat memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Selain pameran, BI turut mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi pelaku usaha kecil. Destry menilai pertumbuhan pembiayaan bagi UMKM saat ini masih perlu dioptimalkan agar pelaku usaha dapat naik kelas dan memperluas skala bisnisnya.

Langkah ini selaras dengan mandat Bank Indonesia dalam memperkuat kedalaman ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang inklusif. Kebijakan tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Strategi pengembangan UMKM ke depan akan diimplementasikan melalui bauran kebijakan yang dijalankan oleh 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. Program ini turut disinergikan dengan lima kantor perwakilan BI di luar negeri guna membuka akses pasar ekspor bagi produk-produk lokal.

Upaya BI ini sejalan dengan agenda nasional yang juga digalakkan di berbagai daerah, seperti dorongan ekonomi kreatif untuk segmen pasar premium di Solo dan pengembangan inkubasi bisnis melalui program BRIncubator 2026. Sinergi serupa juga tampak pada berbagai festival kreatif di Bandung, Cirebon, hingga Jawa Timur yang bertujuan mengangkat identitas produk lokal ke level yang lebih tinggi.

Melalui integrasi kebijakan dari pusat hingga daerah, BI berkomitmen menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi UMKM. Fokus utama tetap pada penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.BI Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Dorong UMKM Naik Kelas