Bursa Saham

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Saham BBNI hingga BBRI Tertekan

27
×

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Saham BBNI hingga BBRI Tertekan

Sebarkan artikel ini
Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG mengawali perdagangan Selasa (15/9/2026) di zona merah dengan koreksi 0,19 persen.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (15/9/2026) dengan berada di zona merah. Pada pukul 09.00 WIB, indeks terkoreksi 10,22 poin atau 0,19% ke level 6.521,98.

Tekanan pada IHSG pagi ini dipengaruhi oleh mayoritas indeks sektoral yang mengalami pelemahan. Sebanyak sembilan dari sebelas indeks sektoral tercatat berada di zona negatif saat pembukaan pasar.

Sektor keuangan menjadi penekan utama dengan penurunan sedalam 1,07%. Selain itu, sektor barang baku terkoreksi 0,63% dan sektor transportasi turun 0,46%.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan tipis. Sektor barang konsumen non-siklikal memimpin kenaikan dengan 0,08%, diikuti sektor barang konsumen siklikal yang naik 0,05%.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi yang cukup dinamis di menit-menit awal. Total volume perdagangan mencapai 1,50 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,02 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 263 saham terpantau mengalami penguatan, sementara 124 saham lainnya melemah. Sebanyak 256 saham lainnya masih bergerak stagnan.

Dalam jajaran saham kelompok LQ45, tekanan jual terlihat dominan pada sektor perbankan pelat merah. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi top loser dengan pelemahan 1,81%.

Menyusul di belakangnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penurunan sebesar 1,80%. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga terkoreksi 1,76%.

Di sisi berlawanan, terdapat sejumlah saham yang mampu mencatatkan kinerja positif di tengah sentimen pasar yang lesu. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin top gainers LQ45 dengan penguatan 1,51%.

Selanjutnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan kenaikan 1,13%. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turut menguat sebesar 0,94%.

Pelemahan yang terjadi pada awal perdagangan hari ini selaras dengan tren pasar yang cenderung fluktuatif sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026. Sebelumnya, pasar sempat mencatatkan performa negatif pada penutupan pekan terakhir Agustus lalu.

Kondisi pasar hari ini juga diwarnai oleh sentimen eksternal yang turut menekan bursa di kawasan Asia secara umum. Investor saat ini terlihat lebih berhati-hati dalam menempatkan modal di tengah volatilitas indeks sektoral yang tajam.

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan lanjutan yang dapat mempengaruhi sentimen investor domestik. Transaksi perdagangan diperkirakan akan terus dipantau untuk melihat apakah indeks mampu melakukan rebound atau justru akan tertekan lebih dalam hingga penutupan sesi sore nanti.