Energi

Pertamina Sebut Antrean BBM di Sebagian Besar SPBU Makassar Melandai

22
×

Pertamina Sebut Antrean BBM di Sebagian Besar SPBU Makassar Melandai

Sebarkan artikel ini
Suasana antrean kendaraan di SPBU Makassar yang mulai melandai setelah evaluasi Pertamina
Antrean kendaraan di sebagian besar SPBU Kota Makassar kini mulai melandai setelah evaluasi dari Pertamina.

MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melaporkan kondisi antrean kendaraan di 35 dari total 45 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar kini mulai melandai. Penurunan kepadatan ini mencakup sekitar 80% dari total SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan durasi waktu tunggu masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kini semakin singkat. Kondisi ini merupakan hasil dari evaluasi serta sinergi intensif yang dilakukan perusahaan bersama pemerintah daerah setempat.

Pihak Pertamina terus berupaya memastikan pelayanan BBM subsidi tetap berjalan optimal dengan memperkuat kapasitas operasional di lapangan. Pemantauan berkala terhadap titik-titik SPBU dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak serta menentukan penyesuaian distribusi yang diperlukan.

Beberapa langkah strategis telah diimplementasikan untuk mengurai kelangkaan BBM yang sempat terjadi. Langkah tersebut meliputi penambahan jumlah operator dan jalur pengisian BBM subsidi di sejumlah titik SPBU.

Pertamina juga telah mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam penuh di wilayah Makassar. Selain itu, perusahaan menambah titik penyaluran melalui SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Upaya penambahan kapasitas ini bertujuan memberikan alternatif lokasi pengisian bagi masyarakat agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Pertamina mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM sesuai kebutuhan dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyoroti adanya modus penyelewengan BBM bersubsidi di Makassar. Praktik ilegal ini dilakukan dengan memodifikasi tangki kendaraan, baik mobil pribadi maupun truk, hingga mampu menampung 700 liter hingga 1 ton BBM.

Bahlil menegaskan bahwa penyalahgunaan tersebut tidak dapat dibiarkan karena hak subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah kini tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum yang melakukan modifikasi tangki demi keuntungan pribadi.

Selain faktor penyelewengan, kelangkaan BBM juga dipicu oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat. Sebagian pemilik kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM subsidi.

Pemerintah menetapkan batas harian pengisian BBM bersubsidi untuk kendaraan roda empat sebanyak 50 liter. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendukung jarak tempuh operasional kendaraan hingga 200-300 kilometer per hari.

Masyarakat yang menemukan kendala atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135. Layanan ini tersedia selama 24 jam untuk merespons laporan pelanggan di lapangan.

Pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi. Evaluasi berkelanjutan akan terus dilakukan hingga kondisi distribusi BBM di seluruh wilayah Sulawesi Selatan kembali stabil sepenuhnya.