UKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro: Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

63
×

5 Tahun Holding Ultra Mikro: Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor BRI bersama logo Pegadaian dan PNM sebagai bagian dari ekosistem Holding Ultra Mikro
Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM telah genap berusia lima tahun.

JAKARTA – Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) genap berusia lima tahun pada Minggu (13/9/2026). Sinergi ketiga entitas pelat merah ini berhasil mentransformasi ekonomi kerakyatan dengan mencatatkan 2,3 juta pelaku usaha mikro naik kelas.

Hingga akhir triwulan II 2026, ekosistem ini telah melayani 33,8 juta debitur aktif. Selain itu, holding tersebut juga mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro di seluruh Indonesia.

Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa integrasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan akses layanan keuangan formal bagi segmen usaha ultra mikro. Sinergi ini menggabungkan keunggulan jaringan BRI, kompetensi Pegadaian di sektor emas, serta kekuatan pendampingan kelompok usaha PNM.

“Kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas,” ujar Hery dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (13/9).

Keberhasilan integrasi ini diukur melalui mobilitas ekonomi nasabah yang semakin meningkat. Pelaku usaha yang sebelumnya hanya membutuhkan modal kini diarahkan untuk menabung dan membangun aset jangka panjang.

Salah satu fokus utama pengembangan adalah penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian. Hingga Agustus 2026, total ekosistem emas dalam holding ini telah mencapai sekitar 153 ton.

Layanan tersebut mencakup gadai, pembiayaan berbasis emas, hingga Tabungan Emas digital. Hal ini menjadi instrumen penting bagi masyarakat dalam membentuk ketahanan keuangan keluarga.

Jangkauan layanan holding ini didukung oleh infrastruktur fisik yang masif. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor layanan BRI, Pegadaian, dan PNM yang tersebar di berbagai pelosok.

Operasional tersebut diperkuat oleh 74 ribu tenaga pemasar yang bertindak sebagai ujung tombak. Para Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM berperan memberikan edukasi serta pendampingan langsung.

Pendekatan ini memungkinkan nasabah mendapatkan layanan yang sesuai dengan tahapan perkembangan usahanya. Dari sekadar akses pembiayaan, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kapasitas dan skala bisnisnya.

Hery menekankan bahwa target utama holding bukan sekadar menyalurkan kredit dalam jumlah besar. Keberhasilan sesungguhnya terletak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nasabah.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar adalah ketika usaha nasabah tumbuh dan kemampuan menabungnya semakin baik,” jelas Hery.

Memasuki tahun kelima, Holding UMi berkomitmen memperluas inklusi dan literasi keuangan nasional. Fokus ke depan adalah memastikan manfaat ekonomi yang lebih dalam bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Integrasi ini juga sejalan dengan semangat digitalisasi UMKM yang tengah digalakkan di berbagai wilayah. Upaya ini menjadi fondasi kuat untuk fase pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif ke depan.

Tujuan akhir dari Holding UMi adalah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari sekadar akses keuangan menuju kemandirian ekonomi.