Bursa Saham

IHSG Melemah Hari Ini, Cermati Saham yang Diborong Investor Asing

26
×

IHSG Melemah Hari Ini, Cermati Saham yang Diborong Investor Asing

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar monitor yang menunjukkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berwarna merah
IHSG mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,10% ke level 6.534,69 pada perdagangan Senin (14/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,10% ke level 6.534,69 pada perdagangan Senin (14/9/2026). Indeks sempat mengalami tekanan jual yang dalam hingga menyentuh level terendah di posisi 6.371,39 di awal sesi.

Kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September 2026 menjadi pemicu utama fluktuasi indeks sepanjang hari. Sentimen negatif ini sempat menekan kepercayaan investor terhadap aset berisiko di pasar modal domestik.

Namun, laju penurunan IHSG berhasil tertahan menjelang penutupan perdagangan. Pemulihan teknikal ini terjadi pasca pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pergantian kursi di jajaran kementerian ekonomi tersebut memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar yang merespons langkah strategis pemerintah. Meski begitu, aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing masih tercatat mencapai Rp 337 miliar pada perdagangan hari ini.

Secara sektoral, tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar. Sektor kesehatan mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 2,95%, disusul sektor energi yang melemah 1,65% dan sektor infrastruktur sebesar 1,45%.

Selain itu, sektor barang baku terkoreksi 1,41%, barang konsumer non-primer turun 1,19%, dan sektor transportasi melemah 0,85%. Sektor teknologi, properti, serta barang konsumer primer juga berakhir di zona merah.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau di tengah sentimen pasar yang volatil. Sektor keuangan mencatatkan penguatan 0,55% dan sektor perindustrian berhasil naik sebesar 0,45%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 34,45 miliar saham. Total nilai transaksi yang dibukukan sepanjang hari mencapai Rp 17,64 triliun.

Data perdagangan menunjukkan 429 saham ditutup melemah, sementara hanya 219 saham yang mampu mencatatkan penguatan. Sebanyak 141 saham lainnya terpantau stagnan di akhir sesi perdagangan.

Di balik tekanan tersebut, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan net buy terbesar asing mencapai Rp 199,89 miliar.

Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net buy Rp 138,54 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 89,27 miliar. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Astra International Tbk (ASII) juga masuk dalam daftar beli asing dengan nilai masing-masing Rp 45,51 miliar dan Rp 44,47 miliar.

Melengkapi daftar 10 saham dengan net buy terbesar, terdapat PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).