CILEGON – Willgo Zainar resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk setelah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 September 2026. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Muhamad Akbar untuk memimpin perusahaan baja pelat merah tersebut.
Sebelum menduduki kursi orang nomor satu di Krakatau Steel, Willgo telah mengenal dinamika perusahaan ini sejak tahun 2024. Saat itu, ia mengemban tanggung jawab sebagai Komisaris Independen periode 2024–2029.
Transisi kepemimpinan ini menandai babak baru bagi Krakatau Steel yang sedang berupaya memperkuat posisinya di industri baja nasional. Willgo membawa pengalaman manajerial yang cukup luas, terutama dari sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Rekam jejak korporasi Willgo mencakup masa bakti di PT PAL Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran pada periode 2021–2024 dan sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama di perusahaan perkapalan dan pertahanan tersebut.
Selain kiprah di sektor BUMN, Willgo memiliki latar belakang di dunia politik dan legislatif. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra untuk daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat pada periode 2014–2019.
Selama bertugas di parlemen, Willgo ditempatkan di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Ia bahkan sempat menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI pada 2017 hingga 2019.
Lahir di Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Willgo menempuh pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis. Ia merupakan lulusan Universitas Mataram yang kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Armstrong University, Amerika Serikat, dengan gelar Master of Business Administration (MBA).
Terdapat variasi data mengenai tanggal lahirnya dalam beberapa dokumen publik. Sejumlah catatan menyebutkan tanggal 28 Oktober 1968, sementara profil dari Majalah Parlementaria DPR mencantumkan tanggal 25 Oktober 1968.
Dalam struktur kepemimpinan baru yang ditetapkan melalui RUPSLB tersebut, Willgo akan dibantu oleh jajaran direksi lainnya. Salah satu nama yang tetap berada dalam susunan direksi adalah Thomas Christian yang memegang posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Penunjukan ini diharapkan dapat membawa strategi baru bagi operasional perusahaan. Krakatau Steel sendiri merupakan salah satu pilar industri strategis di Indonesia yang menghadapi tantangan pasar baja global yang kompetitif.
Pengalaman Willgo yang memadukan keahlian pemasaran di industri berat serta pemahaman mendalam mengenai regulasi keuangan negara menjadi modal utama. Perpaduan latar belakang ini dianggap relevan dengan kebutuhan Krakatau Steel dalam melakukan efisiensi dan ekspansi pasar ke depan.
Pergantian direksi ini menjadi perhatian publik mengingat vitalnya peran Krakatau Steel bagi pembangunan infrastruktur nasional. Dengan kepemimpinan baru ini, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan dan operasional secara berkelanjutan di bawah pengawasan Kementerian BUMN.





