Bursa Saham

Tanggapan Manajemen JARR Terkait Isu Akuisisi Saham BYAN oleh Haji Isam

85
×

Tanggapan Manajemen JARR Terkait Isu Akuisisi Saham BYAN oleh Haji Isam

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran PT Jhonlin Agro Raya Tbk di Jakarta.
Manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk membantah keterlibatan perusahaan dalam rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk.

JAKARTA – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) secara resmi membantah keterlibatan perusahaan dalam rencana akuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama. Klarifikasi ini disampaikan manajemen menyusul rumor keterlibatan entitas bisnis milik pengusaha Andi Syamsudin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam, dalam aksi korporasi tersebut.

Direktur Utama Jhonlin Agro Raya, Indra Irawan, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki hubungan kepemilikan saham, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan PT Jhonlin Baratama. Penegasan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (24/9).

Meskipun demikian, Indra mengakui adanya hubungan afiliasi antara kedua perusahaan tersebut. Keduanya berada di bawah kendali pemegang saham pengendali atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) yang sama, yakni Samsudin Andi Arsyad, dan bernaung di bawah payung grup usaha Jhonlin Group.

Manajemen JARR juga memastikan tidak ada kesamaan anggota direksi, dewan komisaris, maupun pengurus operasional lainnya antara JARR dan PT Jhonlin Baratama. Seluruh jajaran pengurus JARR diklaim menjalankan tugas secara independen sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Indra menyatakan bahwa rencana akuisisi 10 miliar saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama merupakan aksi korporasi yang berdiri sendiri. Pihak JARR menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan transaksi tersebut.

Perusahaan juga memastikan tidak ada aset, fasilitas, maupun sumber daya milik JARR yang digunakan dalam proses akuisisi tersebut. Segala kewajiban dan tanggung jawab yang timbul dari transaksi itu sepenuhnya berada di luar ranah operasional JARR.

Terkait aspek pendanaan, manajemen JARR membantah memberikan dukungan keuangan dalam bentuk apapun kepada PT Jhonlin Baratama. Tidak ada pinjaman, fasilitas pembiayaan, maupun arus kas perusahaan yang dialokasikan untuk memuluskan akuisisi saham emiten batu bara milik Low Tuck Kwong tersebut.

Indra menjamin bahwa aksi korporasi yang dilakukan pihak afiliasi tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan JARR. Seluruh operasional dan rencana kerja perusahaan dipastikan tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh isu tersebut.

Hingga saat ini, perusahaan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham JARR di pasar modal. Manajemen berkomitmen untuk tetap menjaga transparansi kepada investor dan publik terkait kondisi kelangsungan usaha perseroan.

Isu mengenai akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam memang tengah menjadi sorotan tajam di pasar modal. Langkah ini diprediksi akan memperluas jaringan bisnis sang pengusaha asal Kalimantan tersebut dalam sektor energi nasional.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia juga tengah diramaikan oleh wacana aturan baru Bursa Efek Indonesia mengenai batas bawah harga saham di level Rp1. Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi emiten yang memiliki harga saham rendah, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Sementara itu, aktivitas emiten di berbagai sektor tetap berlangsung dinamis di tengah sentimen pasar. Sebagai contoh, pameran Willow Baby & Kids Expo (Wilbex) Vol 2 2026 yang digelar hari ini di Surabaya mencatatkan peningkatan partisipasi hingga 280 brand, menunjukkan geliat ekonomi yang tetap positif di tengah dinamika pasar saham.