Energi

Anak Perusahaan Hashim Kelola Blok Natuna D-Alpha dan WK Duyung

28
×

Anak Perusahaan Hashim Kelola Blok Natuna D-Alpha dan WK Duyung

Sebarkan artikel ini
Papan nama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta
Kementerian ESDM menetapkan PT Nations Petroleum sebagai pemenang lelang pengelolaan Blok Natuna D-Alpha.

JAKARTA – PT Nations Petroleum, anak usaha Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas Natuna D-Alpha. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang diterbitkan pada 17 September 2026.

Natuna D-Alpha merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia dengan potensi mencapai 230 triliun kaki kubik (TCF) dan 350 juta barel minyak (MMBO). Lokasi lapangan ini berada di lepas pantai, sekitar 250 kilometer dari Kepulauan Natuna.

Blok tersebut memiliki sejarah panjang eksplorasi sejak tahun 1973 oleh perusahaan Italia, Agip. Namun, pengembangan lapangan ini sempat mengalami hambatan teknis yang signifikan akibat tingginya kandungan karbondioksida (CO2) yang mencapai 71 persen.

Sebelum jatuh ke tangan Nations Petroleum, blok ini sempat dikelola oleh PT Pertamina (Persero) berdasarkan penunjukan tahun 2008. Pertamina kemudian mengembalikan blok tersebut kepada pemerintah pada tahun 2022 karena kendala keekonomian dan teknis pemisahan CO2.

Pemerintah sebelumnya telah membagi Blok East Natuna menjadi tiga bagian, yakni Arwana-Barakuda, D-Alpha, dan Paus. Dari total cadangan yang ada, diperkirakan hanya sekitar 46 TCF gas yang layak untuk dieksploitasi secara komersial.

Setelah dikembalikan oleh Pertamina, WK ini sempat ditawarkan melalui mekanisme lelang terbuka namun minim peminat. Tantangan utama yang dihadapi investor selama ini adalah medan lapangan yang berat serta kebutuhan infrastruktur yang sangat besar.

Sebelum Nations Petroleum masuk, blok ini sempat menjadi objek studi bersama antara perusahaan migas Kuwait, Kufpec, dan Shell. Kufpec bahkan sempat berperan sebagai pemimpin konsorsium dalam upaya mencari mitra strategis untuk pengembangan lapangan tersebut.

Keberhasilan Arsari Group dalam memenangkan lelang ini memperkuat posisi perusahaan di sektor energi nasional. Selain Natuna D-Alpha, Arsari Group juga tengah merampungkan akuisisi 75 persen hak partisipasi di Blok Duyung, Cekungan West Natuna.

Dalam proyek di Blok Duyung, Nations Natuna Barat—anak usaha lainnya—telah menyepakati transaksi senilai US$ 16 juta untuk menguasai porsi mayoritas di lapangan gas Mako. Proyek Mako saat ini sedang dalam tahapan keputusan akhir investasi (FID) bersama Conrad Asia Energy Ltd.

Proyek pengembangan lapangan Mako ditargetkan mencapai fase produksi gas pertama pada kuartal keempat tahun 2027. Rangkaian pengerjaan mencakup konstruksi lepas pantai, pengeboran, hingga tahapan commissioning.

Ekspansi Arsari Group di sektor migas ini terjadi di tengah kebijakan pemerintah untuk melakukan perampingan struktur BUMN. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan instruksi agar Pertamina dan PLN memangkas anak serta cucu perusahaan guna meningkatkan efisiensi operasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengawal program-program strategis nasional di berbagai sektor. Hashim Djojohadikusumo sendiri baru-baru ini mengukuhkan 20 organisasi kemasyarakatan baru yang tergabung dalam FORMAS untuk mendukung agenda pemerintah.