Ekonomi

Pendapatan Solusi Bangun Indonesia Tembus Rp5,5 Triliun di Semester I-2026

40
×

Pendapatan Solusi Bangun Indonesia Tembus Rp5,5 Triliun di Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang beroperasi untuk mendukung distribusi nasional.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan Rp5,5 triliun pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan perolehan pendapatan mencapai Rp 5,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,63 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Peningkatan pendapatan ini didukung oleh volume penjualan semen yang mencapai 6,10 juta ton. Capaian volume tersebut tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini diraih di tengah tantangan industri semen nasional yang masih menghadapi tekanan kelebihan kapasitas. Persaingan harga yang ketat serta tingginya biaya energi dan logistik menjadi hambatan utama dalam operasional perusahaan.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, menyatakan bahwa efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi kunci utama. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah volatilitas ekonomi.

Laba kotor perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen menjadi Rp 1,20 triliun pada paruh pertama tahun ini. Sementara itu, EBITDA perusahaan berhasil dibukukan sebesar Rp 806 miliar.

Perusahaan menutup semester I-2026 dengan laba periode berjalan sebesar Rp 278 miliar. Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 4,31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Pertumbuhan ini sejalan dengan tren ekonomi nasional di mana Bank Indonesia mencatat Uang Primer (M0) Adjusted tumbuh signifikan sebesar 17,1 persen secara tahunan pada Juli 2026. Kondisi likuiditas yang ekspansif ini turut memberikan gambaran mengenai dinamika ekonomi makro di Indonesia.

Di sektor perbankan, kinerja positif juga diperlihatkan oleh OCBC yang membukukan laba bersih Rp 2,73 triliun pada semester I-2026. Pertumbuhan laba OCBC sebesar 6 persen tersebut didorong oleh penyaluran kredit yang naik 11 persen.

Kembali ke sektor konstruksi, SMCB kini mengandalkan diversifikasi pasar untuk menopang kinerja jangka panjang. Perusahaan memperkuat penetrasi pasar domestik sekaligus mengoptimalkan peluang di pasar ekspor.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah reaktivasi merek Semen Kujang di Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk menangkap pertumbuhan permintaan semen di wilayah tersebut yang mencapai 7,5 persen secara tahunan.

Selain pasar domestik, SMCB memanfaatkan kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation untuk memperluas jangkauan ke Amerika Serikat. Hingga Juni 2026, volume ekspor ke pasar tersebut telah mencapai 97.500 metrik ton.

Perusahaan menargetkan total volume ekspor ke Amerika Serikat mencapai 450 ribu metrik ton hingga akhir tahun 2026. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar dan mengoptimalkan kapasitas produksi.

Memasuki semester II-2026, SMCB tetap optimistis terhadap keberlanjutan proyek pembangunan dan belanja pemerintah. Perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan strategi pertumbuhan secara terukur guna memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.