Bursa Saham

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini, Cek Rekomendasi Sahamnya

66
×

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini, Cek Rekomendasi Sahamnya

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (1/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (1/9/2026). Optimisme pasar muncul setelah indeks berhasil menutup perdagangan Agustus 2026 dengan kenaikan sebesar 0,11 persen ke level 6.525,48.

Secara akumulatif, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 4,64 persen secara bulanan (Month on Month) sepanjang Agustus 2026. Meskipun demikian, performa indeks sepanjang tahun berjalan (year to date) masih menunjukkan koreksi sebesar 24,53 persen.

Pergerakan indeks pada awal September ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen domestik maupun global. Salah satu faktor utama yang dipantau investor adalah rilis data inflasi dan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Agustus 2026.

Konsensus pasar memproyeksikan inflasi domestik berada di level 2,86 persen secara tahunan (Year on Year). Sementara itu, data PMI manufaktur diperkirakan tetap berada di zona ekspansif pada level 50,5.

Pelaku pasar diperkirakan akan merespons data ekonomi tersebut secara moderat. Pasalnya, belum ada perubahan material yang signifikan dalam proyeksi makroekonomi nasional saat ini.

Sentimen kedua yang turut mewarnai bursa adalah stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasar cenderung memberikan respons positif seiring dengan tren pelemahan indeks dolar AS (DXY).

Pada penutupan perdagangan Senin (31/8/2026), rupiah di pasar spot berada di level Rp17.722 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatatkan posisi di level Rp17.746 per dolar AS.

Di sisi lain, kondisi geopolitik global kembali memberikan tekanan bagi sentimen investor. Eskalasi konflik pasca serangan militer AS terhadap target peluncur roket meningkatkan kekhawatiran pasar terkait kenaikan harga minyak mentah dunia.

Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang support 6.428 dan resistance 6.585.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) saat ini menunjukkan tren yang melandai. Kondisi ini mengisyaratkan perlunya kehati-hatian bagi investor dalam melakukan pengambilan posisi di pasar.

Untuk perdagangan hari ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati beberapa saham pilihan. Strategi speculative buy direkomendasikan untuk saham MEDC dengan rentang support Rp1.340 dan resistance Rp1.545.

Selain itu, investor dapat mempertimbangkan strategi trading buy pada saham ESSA. Saham ini diperkirakan bergerak di area support Rp610 hingga resistance Rp720.