Bursa Saham

IHSG Menguat ke 6.564 di Sesi Pertama, Saham ESSA hingga BUMI Melesat

46
×

IHSG Menguat ke 6.564 di Sesi Pertama, Saham ESSA hingga BUMI Melesat

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menunjukkan tren positif di layar monitor.
IHSG menguat 0,6% ke level 6.564 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (1/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada Selasa (1/9/2026). Indeks ditutup menguat sebesar 39,035 poin atau 0,6% ke level 6.564,513.

Pergerakan indeks sepanjang sesi pagi didorong oleh dominasi mayoritas sektor saham yang berada di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin penguatan pasar dengan kenaikan mencapai 2,45% hingga akhir sesi pertama.

Sektor energi turut memberikan kontribusi signifikan dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,5%. Selain itu, sektor transportasi dan logistik serta sektor keuangan masing-masing menguat sebesar 1,26% dan 1,13%.

Kenaikan juga terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,58% dan sektor barang konsumer non-primer sebesar 0,45%. Sektor barang konsumen primer, properti, dan real estate, serta sektor barang baku melengkapi daftar sektor yang mengalami kenaikan tipis.

Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sektor infrastruktur yang menjadi pemberat indeks dengan pelemahan sebesar 0,26%. Sektor teknologi juga mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,09% di tengah dinamika perdagangan siang ini.

Aktivitas perdagangan mencatatkan total volume transaksi mencapai 28,49 miliar saham. Adapun nilai transaksi yang dibukukan oleh investor di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 10,21 triliun.

Statistik pasar menunjukkan sentimen positif yang cukup luas, di mana sebanyak 385 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 221 saham terpantau melemah dan 183 saham lainnya ditutup stagnan.

Saham-saham dalam indeks LQ45 yang menempati posisi top gainers meliputi PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan kenaikan 7,69%. Berikutnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 7,42% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 6,25%.

Sebaliknya, jajaran top losers dalam indeks LQ45 diisi oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melemah 3,44%. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyusul dengan penurunan 3%, diikuti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi 2,28%.

Penguatan IHSG hari ini terjadi di tengah optimisme investor terhadap kinerja emiten sepanjang tahun 2026. Salah satu entitas yang menunjukkan performa cemerlang adalah Archi Indonesia (ARCI), yang berhasil mencatatkan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar US$ 322,29 juta pada semester I-2026.

Tren positif ini sejalan dengan proyeksi stabilitas pasar yang dipantau sejak awal Agustus 2026. Sebelumnya, pasar sempat merespons fluktuasi nilai tukar rupiah dan data ekonomi makro yang terus dipantau pelaku pasar modal.

Secara teknikal, kemampuan IHSG mempertahankan level di atas 6.500 menunjukkan kepercayaan investor yang masih terjaga. Fokus pelaku pasar kini beralih pada potensi keberlanjutan tren penguatan hingga penutupan perdagangan sesi kedua nanti.