JAKARTA – HP Capital Resources resmi meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya secara signifikan pada PT Lucy Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Langkah korporasi ini dilakukan melalui pembelian 227,22 juta lembar saham dengan nilai total transaksi mencapai Rp 68,16 miliar.
Berdasarkan laporan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/8/2026), transaksi tersebut dieksekusi pada 24 Agustus 2026. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp 300 per saham.
Aksi borong saham ini mendongkrak kepemilikan HP Capital Resources di LUCY secara drastis. Sebelumnya, investor tersebut hanya menggenggam 112,70 juta saham atau setara 7,44% hak suara.
Kini, jumlah kepemilikan HP Capital Resources meningkat menjadi 339,91 juta saham. Angka tersebut merepresentasikan 22,44% dari total hak suara di perusahaan pengelola bisnis gaya hidup dan hiburan tersebut.
Manajemen HP Capital Resources menegaskan bahwa pembelian saham ini murni ditujukan untuk kepentingan investasi. Pihaknya mengincar potensi keuntungan modal atau capital gain dari kenaikan nilai saham di masa depan.
Transaksi dilakukan melalui pembelian saham biasa secara langsung di pasar. Pihak manajemen memastikan bahwa aksi ini tidak melibatkan skema repurchase agreement atau transaksi gadai saham.
Meskipun telah menguasai lebih dari 20% saham, HP Capital Resources menyatakan bukan merupakan pengendali perseroan. Mereka juga menegaskan tidak memiliki rencana strategis untuk mengambil alih kendali manajemen LUCY.
Langkah ini dipandang sebagai investasi pasif yang tidak ditujukan untuk mengubah struktur pengendalian perusahaan. Investor tersebut tetap memposisikan diri sebagai pemegang saham signifikan tanpa ambisi operasional.
Pasar merespons positif aksi korporasi tersebut dengan pergerakan harga saham yang cenderung menguat. Hingga perdagangan sesi kedua hari ini, Kamis (27/8/2026), harga saham LUCY berada di level Rp 340 per saham.
Harga tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,59% dibandingkan penutupan sebelumnya. Dalam tren lima hari perdagangan terakhir, saham LUCY telah mengalami apresiasi harga sebesar 18,06%.
Di sisi lain, dinamika kepemilikan saham di pasar modal Indonesia belakangan ini memang cukup aktif. Selain LUCY, sejumlah emiten lain juga mencatatkan perubahan porsi kepemilikan oleh investor strategis maupun direksi internal.
Sebagai contoh, direksi PT Indosat Tbk (ISAT), Vikram Sinha dan Irsyad Syahroni, terpantau menambah porsi kepemilikan saham mereka pada akhir Juli lalu. Aksi beli oleh pihak internal perusahaan sering kali menjadi sinyal kepercayaan pelaku pasar terhadap kinerja fundamental emiten.
Sementara itu, bursa domestik tetap memantau kepatuhan emiten terhadap keterbukaan informasi. Setiap perubahan kepemilikan saham di atas ambang batas tertentu wajib dilaporkan secara transparan kepada regulator untuk menjaga stabilitas perdagangan bagi investor publik.






