JAKARTA – Saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), emiten pengelola jaringan restoran Texas Chicken di Indonesia, mencatatkan lonjakan harga signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Harga saham CSMI terpantau menguat 34,68% ke level Rp 167 per saham.
Reli harga saham ini mengukuhkan tren positif yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Secara akumulatif, nilai saham CSMI telah melonjak sebesar 116,88% dalam kurun waktu 30 hari perdagangan.
Lonjakan harga saham ini terjadi di tengah kondisi kinerja keuangan perusahaan yang masih menantang. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, perseroan masih mencatatkan kerugian bersih meski terdapat perbaikan efisiensi operasional.
Pada periode yang berakhir 30 Juni 2026, CSMI membukukan penjualan bersih sebesar Rp 853,99 juta. Angka ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 4,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 815,84 juta.
Setelah dikurangi beban pokok penjualan sebesar Rp 333,06 juta, perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 520,93 juta. Capaian laba kotor ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp 484,97 juta.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu menutupi beban usaha perusahaan yang cukup besar. Total beban usaha CSMI tercatat mencapai Rp 1,44 miliar, yang terdiri dari beban penjualan dan distribusi sebesar Rp 1,09 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp 348,49 juta.
Akibat besarnya beban operasional dibandingkan laba kotor, CSMI mencatatkan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 923,91 juta pada semester I-2026. Kendati masih merugi, kerugian tersebut berhasil ditekan sekitar 9,35% dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,02 miliar.
Sejalan dengan perbaikan tersebut, rugi bersih per saham juga mengalami peningkatan menjadi Rp 1,13 per saham. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, rugi bersih per saham perseroan mencapai Rp 1,25 per saham.
Dari sisi neraca keuangan, total aset CSMI per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 43,47 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai Rp 44,52 miliar.
Total liabilitas perusahaan relatif stabil di angka Rp 39,73 miliar pada akhir Juni 2026. Posisi ini sedikit lebih rendah dibandingkan liabilitas pada akhir tahun 2025 yang berada di level Rp 39,86 miliar.
Sementara itu, posisi ekuitas perusahaan mengalami tekanan seiring dengan akumulasi kerugian yang terus bertambah. Total ekuitas CSMI turun menjadi Rp 3,74 miliar dari Rp 4,66 miliar pada akhir tahun 2025.
Akumulasi kerugian perusahaan kini tercatat sebesar Rp 69,49 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang berada di angka Rp 68,56 miliar.
Di sisi lain, perusahaan mencatatkan peningkatan pada posisi kas dan setara kas. Per 30 Juni 2026, kas perseroan naik menjadi Rp 237,65 juta dari sebelumnya Rp 140,25 juta pada akhir 2025, yang didorong oleh penerimaan dari aktivitas operasional.






