Valuta

Rupiah Menguat ke Rp 17.899 per Dolar AS pada Selasa 6 Oktober

44
×

Rupiah Menguat ke Rp 17.899 per Dolar AS pada Selasa 6 Oktober

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di layar monitor perdagangan
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat ke level Rp 17.899 per Dolar AS pada Selasa, 6 Oktober 2026.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan tren penguatan hingga akhir sesi perdagangan pada Selasa (6/10/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.899 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi penutupan ini mencatatkan apresiasi sebesar 0,1 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin (5/10/2026), rupiah sempat bertengger di level Rp 17.917 per dolar AS.

Kondisi pasar mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif hingga pukul 15.00 WIB. Sejumlah mata uang regional menunjukkan performa yang beragam di tengah sentimen pasar global.

Baht Thailand mencatatkan diri sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia pada hari ini. Mata uang Negeri Gajah Putih tersebut berhasil menguat sebesar 0,14 persen.

Tren positif juga dialami oleh won Korea Selatan yang menanjak 0,09 persen. Sementara itu, dolar Singapura mencatat kenaikan sebesar 0,06 persen.

Ringgit Malaysia juga turut menunjukkan pergerakan ke zona hijau meski dalam skala terbatas. Mata uang tersebut menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, tekanan jual justru menimpa sejumlah mata uang lain di kawasan Asia. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam setelah terkoreksi 0,22 persen.

Yen Jepang turut tertekan dengan pelemahan sebesar 0,16 persen di pasar spot. Kondisi serupa terjadi pada rupee India yang mengalami koreksi sebesar 0,13 persen.

Dolar Taiwan juga tidak luput dari tekanan pasar pada sesi perdagangan hari ini. Mata uang tersebut ditutup melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Dolar Hong Kong melengkapi daftar mata uang yang melemah di Asia pada sore ini. Mata uang tersebut tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,01 persen terhadap the greenback.

Penguatan rupiah yang terjadi hari ini menunjukkan ketahanan mata uang domestik di tengah volatilitas pasar regional. Meski dinamika mata uang Asia cenderung beragam, posisi rupiah tetap berada di jalur positif hingga akhir perdagangan.

Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Pelaku pasar terus memantau berbagai sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang di masa mendatang.

Hingga penutupan perdagangan, volume transaksi di pasar spot terpantau berjalan normal. Tidak ada guncangan signifikan yang memengaruhi stabilitas rupiah di sesi sore ini.

Para analis pasar modal terus menyoroti bagaimana efisiensi ekonomi domestik memengaruhi daya tarik aset di Indonesia. Optimisme pasar diperkirakan masih akan membayangi perdagangan rupiah pada sesi-sesi berikutnya di pekan ini.