JAKARTA – Direktur Marketing PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), Lukas Ginting, menerapkan strategi investasi konservatif di tengah kesibukan profesionalnya. Ia mengandalkan instrumen saham dan emas sebagai fondasi utama untuk membangun aset masa depan.
Dalam portofolio investasinya, Lukas mengalokasikan 70% dana pada instrumen saham dan 30% sisanya pada emas. Pilihan ini diambil karena keterbatasan waktu akibat mobilitas pekerjaan yang tinggi serta profil risikonya yang moderat.
Lukas menegaskan bahwa fundamental perusahaan menjadi pertimbangan utama dalam memilih saham. Ia cenderung menghindari strategi spekulatif yang mengejar keuntungan cepat namun berisiko tinggi.
“Mindset saya adalah jangan berpikir cepat untungnya dulu. Yang penting konsisten dan jalani terus,” ujar Lukas di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Dalam mengelola saham, ia menerapkan disiplin ketat terkait manajemen risiko. Lukas tidak ragu melakukan take profit saat harga naik, namun tetap berani melakukan cut loss jika kondisi pasar tidak sesuai ekspektasi.
Meski demikian, ia tidak otomatis melepas saham saat harga terkoreksi. Jika fundamental emiten tersebut dinilai masih kuat dan memiliki prospek jangka panjang, ia memilih untuk tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya.
Pengalaman selama puluhan tahun di dunia industri, sejak lulus dari Institut Teknologi Bandung pada 1997, membentuk pola pikirnya dalam berinvestasi. Ia menyadari bahwa pergerakan pasar saham bersifat dinamis, sehingga kesiapan mental menghadapi fluktuasi sangat diperlukan.
Emas dipilih sebagai penyeimbang portofolio karena karakteristiknya yang dianggap stabil dan konservatif. Instrumen logam mulia ini telah menjadi bagian dari strategi investasinya sejak lama untuk menjaga nilai kekayaan.
Lukas tidak menutup kemungkinan untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain, seperti dana pensiun di masa depan. Namun, ia menekankan pentingnya mempelajari instrumen baru secara mendalam sebelum menempatkan modal.
Ia juga menyoroti peran generasi muda dalam ekosistem investasi saat ini. Menurutnya, keberanian investor muda dalam mengambil peluang dapat dikombinasikan dengan prinsip kehati-hatian investor senior.
Lukas sering memanfaatkan platform digital untuk memperbarui wawasan mengenai tren investasi terkini. Baginya, informasi yang tersedia harus digunakan untuk meminimalkan risiko, bukan sekadar memacu agresivitas.
Ia berpesan agar investor tidak terjebak pada keinginan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Fokus pada proses belajar dan pemahaman mendalam terhadap instrumen investasi adalah kunci utama keberhasilan jangka panjang.
Strategi yang ia terapkan mencerminkan pendekatan investasi yang terukur. Dengan konsistensi dan pemahaman risiko yang baik, Lukas optimistis dapat mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.






